MIPI Dorong Generasi Muda Produktif untuk Mendukung Indonesia Emas 2045
Minggu, 03 Maret 2024 - 20:46 WIB
loading...
Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) mendorong terciptanya generasi muda yang produktif untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) mendorong terciptanya generasi muda yang produktif untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkannya, MIPI menggelar Prominent Leader Academy (PLA) yang diikuti oleh para generasi muda dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Pekanbaru, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.
Ketua Umum (Ketum) MIPI Bahtiar mengatakan, MIPI hendak menyiapkan pemimpin milenial dari kalangan muda untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia 20 tahun ke depan atau Indonesia Emas. Dia mendorong agar narasi Indonesia Emas ini harus dirapikan, dipertajam lebih dalam, dan dieksplor lebih terbuka, dengan melihat kemampuan planet bumi dan daya dukung alam.
"Kita harus berpikir lebih sistemik dan lebih konkret, untuk mewujudkan Indonesia Emas, dan menyiapkan generasi kita ini. Baik yang sedang sekolah, dan mungkin juga ada program khusus masyarakat kita yang sedang tidak sekolah, anak-anak muda kita. Bagaimana yang sudah terlanjut tidak sekolah? Sudah terlanjut cuma SD, SMP, SMA, tapi dia kita ubah menjadi manusia produktif," kata Bahtiar pada acara Prominent Leaders Academy: Konvensi Nasional dan Closing Program di Hotel Bidakara, Minggu (3/3/2024).
Baca juga: MIPI Perkuat Pemahaman Publik Tentang Ilmu Pemerintahan dalam Perspektif Kybernologi
Selaku Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar menghubungkan implementasi Indonesia Emas dengan Sulsel. Dia menanyakan, bisakah Sulsel menjadi bagian dari Indonesia Emas? Menjawab pertanyaan tersebut, dia memaparkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel baru 4,05%.
Sementara di dalam ilmu ekonomi, untuk menuju Indonesia Emas, minimal pertumbuhan rata-ratanya 7% hingga 8%. Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulsel membangun ekonomi kerakyatan dengan mencetak petani-petani, peternak-peternak, dan petambak-petambak milenial.
"Sulsel, kami bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan menggunakan, menyambungkan kehidupan UMKM, pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan. Ini dengan perbankan, dengan menggunakan fasilitas KUR, Kredit Usaha Rakyat," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.
Ketua Umum (Ketum) MIPI Bahtiar mengatakan, MIPI hendak menyiapkan pemimpin milenial dari kalangan muda untuk melanjutkan pembangunan di Indonesia 20 tahun ke depan atau Indonesia Emas. Dia mendorong agar narasi Indonesia Emas ini harus dirapikan, dipertajam lebih dalam, dan dieksplor lebih terbuka, dengan melihat kemampuan planet bumi dan daya dukung alam.
"Kita harus berpikir lebih sistemik dan lebih konkret, untuk mewujudkan Indonesia Emas, dan menyiapkan generasi kita ini. Baik yang sedang sekolah, dan mungkin juga ada program khusus masyarakat kita yang sedang tidak sekolah, anak-anak muda kita. Bagaimana yang sudah terlanjut tidak sekolah? Sudah terlanjut cuma SD, SMP, SMA, tapi dia kita ubah menjadi manusia produktif," kata Bahtiar pada acara Prominent Leaders Academy: Konvensi Nasional dan Closing Program di Hotel Bidakara, Minggu (3/3/2024).
Baca juga: MIPI Perkuat Pemahaman Publik Tentang Ilmu Pemerintahan dalam Perspektif Kybernologi
Selaku Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Bahtiar menghubungkan implementasi Indonesia Emas dengan Sulsel. Dia menanyakan, bisakah Sulsel menjadi bagian dari Indonesia Emas? Menjawab pertanyaan tersebut, dia memaparkan pertumbuhan ekonomi di Sulsel baru 4,05%.
Sementara di dalam ilmu ekonomi, untuk menuju Indonesia Emas, minimal pertumbuhan rata-ratanya 7% hingga 8%. Guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulsel membangun ekonomi kerakyatan dengan mencetak petani-petani, peternak-peternak, dan petambak-petambak milenial.
"Sulsel, kami bisa menggerakkan ekonomi kerakyatan dengan menggunakan, menyambungkan kehidupan UMKM, pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan. Ini dengan perbankan, dengan menggunakan fasilitas KUR, Kredit Usaha Rakyat," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini.
Lihat Juga :