Frekuensi Radio Jadi SDA Penting di F1H20 UIM World Championship 2024
Minggu, 03 Maret 2024 - 18:55 WIB
loading...
A
A
A
Pita frekuensi 2.2 GHz ini digunakan untuk Onboard Camera Unit (OBCU) yang terletak pada kapal pembalap dan pita frekuensi radio 5.8 GHz digunakan untuk wireless camera. Pita frekuensi 2.2 GHz sangat berdekatan dengan pita 2.3 GHz yang diperuntukkan untuk layanan seluler 5G.
Penonton di sekitar Balige dapat menikmati internet cepat 5G salah satunya karena terdapat layanan 5G pada pita frekuensi 2.3 GHz. Dalam penyelenggaraan event internasional, pita 2.3 GHz ini sering terdampak gangguan dari 2.2 GHz atau sebaliknya, pita 2.2 GHz terdampak gangguan dari pita 2.3 GHz.
Gangguan ini tentunya akan menyebabkan layanan telekomunikasi berupa tangkapan kamera ataupun layanan 5G yang tidak bisa dinikmati oleh masyarakat dengan baik.
Disamping pemanfaataan kamera yang terpasang di boat dan kamera statis pada posisi tertentu, broadcaster F1H20 memanfaatkan drone (pesawat udara tanpa awak, PUTA) yang dikendalikan menggunakan frekuensi radio. Pada izin kelas di pita 2.4 GHz dan 5.8 GHz, pengaturan posisi drone juga bergantung pada GPS pada pita frekuensi 1.5 GHz.
![Frekuensi Radio Jadi SDA Penting di F1H20 UIM World Championship 2024]()
(Foto: Istimewa)
Layanan telekomunikasi yang memanfaatkan frekuensi radio dalam penyelenggaran F1H20 UIM World Championship 2024 di Balige Sumatera Utara selain digunakan untuk komunikasi pembalap dan layanan penyiaran, juga digunakan untuk layanan seluler, sehingga masyarakat dapat berkomunikasi dengan lancar menggunakan smartphonenya.
Selain itu, digunakan juga untuk layanan komunikasi penerbangan di Bandara Silangit yang memandu pesawat untuk terbang dan mendarat melalui menara pengawas.
Penonton di sekitar Balige dapat menikmati internet cepat 5G salah satunya karena terdapat layanan 5G pada pita frekuensi 2.3 GHz. Dalam penyelenggaraan event internasional, pita 2.3 GHz ini sering terdampak gangguan dari 2.2 GHz atau sebaliknya, pita 2.2 GHz terdampak gangguan dari pita 2.3 GHz.
Gangguan ini tentunya akan menyebabkan layanan telekomunikasi berupa tangkapan kamera ataupun layanan 5G yang tidak bisa dinikmati oleh masyarakat dengan baik.
Disamping pemanfaataan kamera yang terpasang di boat dan kamera statis pada posisi tertentu, broadcaster F1H20 memanfaatkan drone (pesawat udara tanpa awak, PUTA) yang dikendalikan menggunakan frekuensi radio. Pada izin kelas di pita 2.4 GHz dan 5.8 GHz, pengaturan posisi drone juga bergantung pada GPS pada pita frekuensi 1.5 GHz.

(Foto: Istimewa)
Layanan telekomunikasi yang memanfaatkan frekuensi radio dalam penyelenggaran F1H20 UIM World Championship 2024 di Balige Sumatera Utara selain digunakan untuk komunikasi pembalap dan layanan penyiaran, juga digunakan untuk layanan seluler, sehingga masyarakat dapat berkomunikasi dengan lancar menggunakan smartphonenya.
Selain itu, digunakan juga untuk layanan komunikasi penerbangan di Bandara Silangit yang memandu pesawat untuk terbang dan mendarat melalui menara pengawas.
Lihat Juga :