Heran Ledakan Suara PSI, Burhanuddin Muhtadi: Nggak Main-main, Itu Jumlah Sangat Besar
Minggu, 03 Maret 2024 - 09:37 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyatakan ledakan perolehan suara PSI dalam aplikasi Sirekap selama beberapa waktu ini bukan hal yang biasa. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi menyatakan 'ledakan' perolehan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) selama beberapa waktu ini bukan hal yang biasa.
Hal itu kaitkan dengan teori the law of large numbers atau teori bilangan besar. Menurutnya, jika data yang masuk sudah lebih dari 50% maka perubahan perolehan suara sulit untuk sedinamis perolehan PSI yang naik 19 ribu dalam kurun waktu dua jam.
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Lonjakan Suara PSI Tak Masuk Akal: Pembajakan Pemilu 2024 Nyaris Sempurna
"Menurut the law of large number, kalau data sudah masuk apalagi sudah di atas 50 persen, 65 persen dari total TPS 820 ribu lebih di Indonesia itu (kenaikan suara PSI) nggak main-main, itu jumlah yang sangat besar," ujar Burhanuddin kepada iNews Media Group, Sabtu (2/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menyebutkan 'ledakan' suara bukan hanya dialami PSI, tapi juga Partai Gelora. Diketahui, dua partai nonparlemen tersebut merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.
Hal itu kaitkan dengan teori the law of large numbers atau teori bilangan besar. Menurutnya, jika data yang masuk sudah lebih dari 50% maka perubahan perolehan suara sulit untuk sedinamis perolehan PSI yang naik 19 ribu dalam kurun waktu dua jam.
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Lonjakan Suara PSI Tak Masuk Akal: Pembajakan Pemilu 2024 Nyaris Sempurna
"Menurut the law of large number, kalau data sudah masuk apalagi sudah di atas 50 persen, 65 persen dari total TPS 820 ribu lebih di Indonesia itu (kenaikan suara PSI) nggak main-main, itu jumlah yang sangat besar," ujar Burhanuddin kepada iNews Media Group, Sabtu (2/3/2024).
Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menyebutkan 'ledakan' suara bukan hanya dialami PSI, tapi juga Partai Gelora. Diketahui, dua partai nonparlemen tersebut merupakan koalisi pendukung Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.
Lihat Juga :