Soroti Harga Beras Naik dan Pupuk Langka, Pemuda Perindo: Pemerintah Harus Perhatikan Petani

Sabtu, 02 Maret 2024 - 14:23 WIB
loading...
Soroti Harga Beras Naik...
Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo Iqnal Shalat Sukma Wibowo menyoroti kenaikan harga beras dan kelangkaan pupuk bagi petani. Foto/MPI/ismet humaedi
A A A
JAKARTA - DPP Pemuda Perindo menyoroti fenomena kenaikan harga beras dalam enam bulan terakhir. Kenaikan harga kebutuhan pokok tersebut diduga karena Program Bantuan Sosial (Bansos).

Direktur Eksekutif DPP Pemuda Perindo Iqnal Shalat Sukma Wibowo menyebut, kenaikan harga beras ini salah satunya dipicu Program Bansos pemerintah. Iqnal mengatakan, seharusnya pemerintah memperhatikan kebutuhan petani untuk ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau.

“Partai Perindo ini kan peduli rakyat ya, kita juga punya gerobak untuk UMKM, kita suka berbagi, meringkan beban masyarakat dengan bazar murah. Karena Partai Perindo saat ini belum ada di parlemen, baru bisa berteriak di luar parlemen. Pertama, kita harus memperhatikan petani. Petani itu adalah salah satu ujung tombak, di mana mereka yang merawat sampai membuat panen beras,” kata Iqnal di Kantor DPP Perindo, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024).

Baca juga: 78 Pegawai KPK Terlibat Pungli, Pemuda Perindo Sesalkan Hanya Disanksi Permintaan Maaf

Iqnal menjelaskan, saat ini pupuk untuk kebutuhan para petani pun bermasalah. Padahal, kebutuhan tersebut penting bagi petani untuk membangun ekosistem pertanian.

“Saat ini pupuk bermasalah, menterinya ketangkap KPK, kita akui itu, bukan kita menilai secara tidak suka sama menterinya, tapi kita harus akui bahwa itu hal utama bagi petani, membangun ekosistem alam, membangun ekosistem pertanian di mana setelah panen nanti itu bisa dibeli dengan harga yang baik oleh pemerintah,” ujarnya.

Baca juga: Letkol Inf Nur Wahyudi Dilantik Menjadi Dansat-81 Kopassus

Iqnal menilai, jika tidak segera diatasi maka terjadi krisis pangan di Indonesia. “Beras dipakai untuk bansos yang dinilai memiliki unsur politis sangat tinggi karena apa, jumlah bansos yang diajukan itu ternyata lebih tinggi tahun ini dibandingkan pengajuan pertama pada saat pembukaan APBN,” tandasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Presiden Prabowo Perkuat Demokrasi melalui Revisi UU Pemilu
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Rekomendasi
Pertamina Masuk Fortune...
Pertamina Masuk Fortune Southeast Asia 500, Cermin Kekuatan Ekonomi Nasional di Mata Dunia
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved