Program Makan Siang Gratis 'Disenggol' Bank Dunia, Pengamat: Jangan Campuri Politik Indonesia

Kamis, 29 Februari 2024 - 20:09 WIB
loading...
Program Makan Siang...
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memantau simulasi makan siang gratis di SMP Negeri 2 Curug, Tangerang, Kamis (29/2/2024). Foto: iNews Media Group
A A A
JAKARTA - Program makan siang gratis dikomentari Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen. Makan siang dan susu gratis merupakan program capres cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sementara ini, keduanya unggul dalam quick count Pilpres 2024.

Dalam sebuah kesempatan, Kahkonen menunggu rincian program makan siang dan susu gratis. Dia mengingatkan Indonesia untuk patuh dengan aturan defisit fiskal.

Untuk Indonesia, pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) sesuai peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Airlangga Gelar Simulasi Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membocorkan program makan siang gratis akan masuk APBN 2025. Bahkan, program makan siang gratis sempat dibahas di Rapat Kabinet Paripurna (RKP) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, belum lama ini.

“Secara umum program-program prioritas Presiden terpilih Pak Prabowo, Mas Gibran itu sudah akan diakomodir supaya di saat 2025 itu langsung running, langsung jalan,” ujar Bahlil usai Rapat Kabinet Paripurna, Senin (26/2/2024).

Menyikapi Bank Dunia yang “menyenggol” program makan siang gratis, Dosen Komunikasi Universitas Binus Putro Mas Gunawan menilai pernyataan Kahkonen telah menyalahi tupoksinya.

"Secara konteks, kita bisa memaknai ucapan Satu itu secara politis. Pertama soal posisi Satu sebagai wakil Bank dunia. Kemudian fakta soal isu yang dikomentari itu hingga kini masih berada di ranah politik domestik Indonesia," ujar Putro, Kamis (29/2/2024).

Di sisi lain, fakta program ini masih dalam tataran program kampanye salah satu paslon yang masih berkontestasi dalam Pemilu 2024.

Meski belum ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU, dia mempertanyakan mengapa seorang wakil Bank Dunia masuk ada ranah isu yang masih bersifat politis.

"Mengomentari program kampanye salah satu capres yang secara resmi masih berkontestasi adalah sebuah bentuk arogansi. Satu secara gegabah telah mencampuri urusan politik di Indonesia," tegasnya.

Menurut dosen yang juga pengajar di STAN itu, ucapan Satu Kahkonen adalah cermin arogansi yang sejatinya kerap ditunjukkan Barat pada negara berkembang. Prinsip itu bisa jadi dilekatkan pada konteks ucapan Satu Kahkonen soal program makan siang dan susu gratis.

"Agaknya Bank Dunia dan pemerintah Indonesia mesti bersikap tegas pada tindakan Satu Kahkonen. Kesalahan fatal Satu mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia mesti dikompensasi dengan ditariknya sang perwakilan Bank Dunia itu dari Indonesia," ujar Putro.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
MUI: Presiden Kurban...
MUI: Presiden Kurban Pakai APBN Tak Masalah secara Syariat demi Kepentingan Masyarakat
Gerindra Sebut Bantuan...
Gerindra Sebut Bantuan 1.098 Sapi Kurban Presiden Prabowo dari APBN Sah, Pernah Dilakukan pada Era Jokowi
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
APBN 2027 Bisa Jadi...
APBN 2027 Bisa Jadi Alat Perjuangan Bangsa
Puspoll Indonesia: Kehadiran...
Puspoll Indonesia: Kehadiran Langsung Presiden Prabowo di DPR Kirim Sinyal Optimisme dan Kepastian Arah Negara
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
Dongkrak Investasi Rp69,3...
Dongkrak Investasi Rp69,3 Triliun, BP Batam Buktikan Mampu Mandiri Tanpa APBN
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Rekomendasi
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
Berita Terkini
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
135.872 Jemaah Haji...
135.872 Jemaah Haji dan Petugas Telah Kembali ke Tanah Air
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Prabowo Minta Aset Negara...
Prabowo Minta Aset Negara Dikelola Maksimal untuk Masyarakat
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved