Egalitarianisme di Balik Ide KUA untuk Semua Agama

Kamis, 29 Februari 2024 - 18:35 WIB
loading...
A A A
Terlepas dari polemik tersebut, ide KUA untuk pelayanan semua agama yang digelindingkan oleh Gus Men adalah bentuk nyata inklusivitas pada tataran administrasi keagamaan. Penulis menelisik bahwa salah satu filosofi Gus Menteri terkait ide ini adalah penegasan bahwa Kementerian Agama tidak hanya milik satu agama tertentu. Kemenag sebagai alat negara adalah payung besar dari semua agama yang harus memperlakukan secara egaliter kepada semua pemeluk agama yang berbeda. Prinsip egalitarianisme inilah yang menjadi alas pikir kemunculan ide ini. Gus Men seakan ingin mengatakan bahwa fondasi beragama itu adalah kesetaraan dan kebersamaan yang menjadi roh dari egalitarianisme.

Filosofi inilah yang ingin dibumikan oleh Gus Men hingga sampai kepada organ kecil dari Kemenag, yaitu KUA. Jamak dipahami bahwa pada level Kemenag Pusat dan Perguruan Tinggi, layanan kepada agama-agama lain telah terepresentasikan dengan hadirnya Dirjen agama lain selain Islam, begitu pula hadirnya Perguruan Tinggi Agama lain seperti IAKN Toraja, STAKN Pontianak, STAB, dan Universitas Hindu Negeri juga menguatkan bahwa pelayanan kepada semua agama telah terjabarkan secara praktis. KUA dalam imaginasi Gus Men akan menjadi minimal layanan keagamaan untuk semua agama.

Prinsip egalitarianisme ini sejatinya menjadi napas bagi Kemenag RI dalam menjalankan program-programnya. Bahwa siapa pun anak bangsa, terlepas dari agama dan rasnya, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang sama dan setara dari negara. Ide KUA untuk sebagai sentra semua pemeluk agama yang berbeda hanya sebagian kecil dari deretan pelayanan yang harus dibumikan kepada seluruh anak bangsa dalam konteks bernegara. Prinsip ini tidak hanya menjadi slogan saja, tetapi harus inheren dalam program Kemenag. Program revitalisasi KUA yang telah digagas oleh Kemenag, tidak hanya merenovasi secara fisik ratusan kantor-kantor KUA yang tersebar di nusantara sejak 2021 sampai 2023, tetapi juga peningkatan kualitas layanan keagamaan kepada masyarakat juga menjadi prioritas.

Jika melihat roadmap revitalisasi KUA, yang digawangi Direktorat Bimas Islam, penulis optimistis bahwa KUA akan memberi manfaat yang lebih luas kepada masyarakat, terutama terkait pelayanan keagamaan. Progam ini juga pada dasarnya adalah wujud implementasi egalitarianisme dimana kantor-kantor KUA harus memiliki kantor yang sama antara yang berlokus di desa dan di kota. Selain itu, dari segi kuantitas dan demografis, kantor-kantor KUA memiliki modal yang kuat karena merekalah paling dekat serta bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Yang paling penting dari semua ini adalah para pegawai KUA harus lebih egaliter lebih awal sebelum ide KUA untuk semua agama dieksekusi. Namun demikian, penerapan ide KUA untuk semua agama tentu membutuhkan kajian yang mendalam, terutama dari aspek regulasinya, sumber daya, dan persepsi masyarakat, namun setidaknya gagasan segar ini telah memantik kesadaran kita bagaimana seharusnya kita beragama. Akhirnya, jika penulis diminta untuk merespon ide ini, jawabannya: "Kalau aku sih, yes."
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
Kemenag Gandeng 84 Lembaga...
Kemenag Gandeng 84 Lembaga Zakat Perkuat Program KUA PEU
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Raih Rekor MURI, Ketum...
Raih Rekor MURI, Ketum Peradi Profesional: Motivasi Tingkatkan Kualitas Advokat
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Rekomendasi
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Kemitraan untuk Meningkatkan...
Kemitraan untuk Meningkatkan Kualitas Layanan buat Nasabah
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved