Pengamat Politik: Jangan Ada Partai Sombong Apalagi Suara Diduga Hasil Nyolong

Senin, 26 Februari 2024 - 23:39 WIB
loading...
Pengamat Politik: Jangan...
Ilustrasi penghitungan suara Pemilu 2024. Foto/Mushaful Imam
A A A
JAKARTA - Ramai segelintir calon anggota legislatif (caleg) berbagai partai dari daerah pemilihan (dapil) masing-masing mengklaim telah memperoleh kemenangan dari Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap). Pengamat politik yang juga Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI Indonesia) Jeirry Sumampow mengungkapkan bahwa jika ada yang mengklaim hanya berdasarkan Sirekap adalah hal yang fatal.

"Karena Sirekap itu kan banyak sekali masalah dan KPU sudah berkali-kali katakan kalau Sirekap itu tidak menjadi patokan suara, itu hanya alat bantu, kalau klaim kemenangan masuk Senayan, berdasarkan Sirekap itu menurut saya tak tepat, itu malah fatal kesalahannya," ujar Jeirry saat dihubungi, Senin (26/2/2024).

Selain itu, ada dugaan bahwa memang ada yang memainkan opini melalui Sirekap untuk kemudian memanipulasi proses rekapitulasi, kemudian disesuaikan dengan Sirekap. Jeirry mengimbau masyarakat juga harus hati-hati.

Baca juga: Hasil Pemilu Belum Resmi Diumumkan, Pengamat Soroti Klaim Kemenangan: Tunggu Penghitungan Suara Tuntas

"Justru ini yang harus dikawal gitu ya karena kan sudah tahu Sirekap ini alat bantu, banyak sekali masalah, yang sudah muncul secara terang-terangan di publik, kok masih ada yang mau mengklaim kemenanganlah ya kira-kira berdasarkan itu, itu kan fatal," tegasnya.

Jeirry juga menyoroti jika ada yang melakukan klaim adalah yang punya kepentingan tertentu karena memang tak wajar. Adapun jika ditelaah, hasil Sirekap saja belum 100% sehingga masih banyak kemungkinan yang ada.

"Dan gini hasil sirekap belum 100% juga, perjalanannya lambat sekali, masih sekarang baru di 67% kalau enggak salah, 30% itu kan masih mungkin kan dengan sesuatu kan," kata dia.

Dengan demikian, jika ada partai tertentu yang mengklaim saat ini sudah memang, Jeirry tidak bisa membenarkan karena tidak tepat dan masih menjadi polemik.

"Jadi kita kan setiap hari ngomongin Sirekap bermasalah ini selama seminggu lebih sejak 14 Februari, kok tiba-tiba ada yang klaim pendatang berdasarkan hasil sirekap, itu aneh itu, ngawur itu, jalan logikanya ngawur itu," ungkap Jeirry.

Jeirry juga mengingatkan masyarakat pentingnya kontrol bersama dan mewaspadai kejadian aneh lainnya dari klaim Sirekap ini yang seperti dimanfaatkan oleh pihak yang perolehan suaranya sedang baik.

"Makanya saya bilang kalau kontrol masyarakat itu penting karena tanda-tanda manipulasi itu salah satunya begini, melakukan klaim (kemenangan) ini," pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Boni Hargens Apresiasi...
Boni Hargens Apresiasi Gagasan Resiprokalitas Kapolri
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Rekomendasi
Dorong Kemandirian,...
Dorong Kemandirian, UMB Asah Kreativitas Siswa Disabilitas lewat Ekonomi Kreatif
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Berita Terkini
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Hery Susanto Tak Ajukan Eksepsi
Jaksa Ungkap Nama Samaran...
Jaksa Ungkap Nama Samaran Hery Susanto, Ada John Lennon 07 hingga Komandante
3 Fakta Terbaru Kasus...
3 Fakta Terbaru Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Batal Ajukan Gugatan Praperadilan
Singgung Perbedaan Pandangan,...
Singgung Perbedaan Pandangan, Dudung Ajak Purnawirawan TNI-Polri Jaga Persatuan
Gita Wirjawan: Integritas...
Gita Wirjawan: Integritas Harus Jadi Prioritas Memilih Pemimpin
KPK Periksa Eks Sekjen...
KPK Periksa Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono sebagai Tersangka Kasus Gratifikasi
Infografis
Ada Crazy Rich Diduga...
Ada Crazy Rich Diduga Beli Barang Mewah dari Investasi Bodong
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved