Data C Hasil Tak Tampil di Sirekap, Partai Perindo: Begitu Menimbulkan Mispersepsi dan Kekacauan
Minggu, 25 Februari 2024 - 21:31 WIB
loading...
Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng buka suara terkait masalah Sirekap KPU yang tak menampilkan Form C Hasil Partai Perindo di sejumlah TPS di Sumatera Utara. Foto/Tangkapan layar
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Politik DPP Partai Perindo Yusuf Lakaseng buka suara terkait masalah Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU yang tak menampilkan Form C Hasil Partai Perindo di sejumlah TPS di Provinsi Sumatera Utara. Menurutnya, sistem yang diperuntukan sebagai alat bantu transparansi penghitungan suara itu menimbulkan membuat masalah baru dan mispersepsi terkait rekapitulasi suara.
"Ya kita ini enggak tahu sama sekali ya kenapa Sirekap ini begitu membingungkan, menimbulkan mispersepsi dan kekacauan seperti ini," kata Yusuf kepada iNews Media Group, Minggu (25/2/2024).
Padahal, kata Yusuf, penghitungan suara di lapangan tak ada masalah dan masih berjalan hingga saat ini. Hanya saja, ia curiga akan penghitungan suara yang kerap berubah dan ditampilkan di Sirekap KPU. Yusuf pun memberi contoh suaranya hilang dalam Sirekap KPU.
Baca juga: Form C Hasil Perindo Tak Ditampilkan di Sirekap, Akademisi: Potensi Suara Dicuri Partai yang Butuh Parlemen
"Saya pribadi ini, saya Caleg DPR RI di Sulawesi Tengah. Pada tanggal 18 (Februari) perolehan suara saya itu tercatat 11.700 sekian. Tetapi sehari setelahnya langsung berubah jadi 7.000 dan berubah jadi 6.000," tutur Yusuf.
"Jadi kita berpikir bahwa jangan-jangan memang Sirekap ini adalah satu alat kecurangan. Karena terbukti ketika dia bermasalah dihentikan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan," imbuh Yusuf.
Apalagi, kata Yusuf, penghitungan suara di Sirekap di tingkat kecamatan sempat dihentikan oleh KPU. Ia khawatir, penghentian itu menjadi celah dugaan kecurangan yang sistematis.
"Ya kita ini enggak tahu sama sekali ya kenapa Sirekap ini begitu membingungkan, menimbulkan mispersepsi dan kekacauan seperti ini," kata Yusuf kepada iNews Media Group, Minggu (25/2/2024).
Padahal, kata Yusuf, penghitungan suara di lapangan tak ada masalah dan masih berjalan hingga saat ini. Hanya saja, ia curiga akan penghitungan suara yang kerap berubah dan ditampilkan di Sirekap KPU. Yusuf pun memberi contoh suaranya hilang dalam Sirekap KPU.
Baca juga: Form C Hasil Perindo Tak Ditampilkan di Sirekap, Akademisi: Potensi Suara Dicuri Partai yang Butuh Parlemen
"Saya pribadi ini, saya Caleg DPR RI di Sulawesi Tengah. Pada tanggal 18 (Februari) perolehan suara saya itu tercatat 11.700 sekian. Tetapi sehari setelahnya langsung berubah jadi 7.000 dan berubah jadi 6.000," tutur Yusuf.
"Jadi kita berpikir bahwa jangan-jangan memang Sirekap ini adalah satu alat kecurangan. Karena terbukti ketika dia bermasalah dihentikan proses rekapitulasi di tingkat kecamatan," imbuh Yusuf.
Apalagi, kata Yusuf, penghitungan suara di Sirekap di tingkat kecamatan sempat dihentikan oleh KPU. Ia khawatir, penghentian itu menjadi celah dugaan kecurangan yang sistematis.
Lihat Juga :