Otoritas Agama: Antara Normatif dan Historis

Minggu, 25 Februari 2024 - 19:39 WIB
loading...
A A A
baca juga: Buku Teladan dari Tiongkok Diluncurkan

Ini sama sekali berbeda dengan versi sunnah tokoh otoritatif yang lain. Versi sunnah Pangeran Diponegoro itu unik dan banyak follower di tanah Jawa. Melalui kerangka pikir yang disodorkan dalam buku ini, Fajrie hendak menyuarakan dinamisasi otoritas agama. Hal ini dimaklumi sebab, ia merupakan sarjana antropologi dan sosiologi, sementara buku ini juga bagian dari hasil penelitian etnografi terhadap Habib Luthfi di Pekalongan.

Yang paling penting dari buku ini juga tentang artikulasi bahwa tokoh yang menghubungkan dari masa lalu ke masa kini itu memiliki artikulasi yang unik yang berbeda antara tokoh yang satu dengan yang lain. Habib Lutfi di Pekalongan sebagaimana dijelaskan dalam buku ini merupakan tokoh penghubung masa lalu dengan masa kini yang memiliki jamaah tersendiri.

Salah satu strategi yang digunakan oleh Habib Luthfi yaitu menggabungkan sunnah masa kenabian dahulu dengan masa kini. Habib Luthfi mendapat inspirasi dari para guru-gurunya yang terkadang menggunakan local wisdom dari pada ajaran agama Islam normatif. (hlm. 148).

Ada semacam perpaduan antara kebudayaan lokal dengan Islam normatif yang ada di Arab sehingga jamaah berbondong-bondong mengikuti pengajian Habib Luthfi dengan tanpa paksaan. Artinya mereka melakukannya dengan suka rela. Salah satu yang perlu diperhatikan juga adanya sikap toleransi dari Habib Luthfi terhadap hiburan malam. (hlm. 242).

baca juga: Gerakan Buku Bacaan Bermutu, Kemendikbudristek-Tanoto Foundation Salurkan 76 Ribu Buku di 12 Kabupaten

Ini merupakan artikulasi yang unik dari tokoh penghubung antara masa lalu kenabian (sunnah) dengan masa kini (problem yang dihadapi masyarakat). Sementara para Munshib di Pekalongan bersama Wali Kota merasa geram dengan adanya hiburan malam. Namun di sisi lain, otoritas agama dari Habib Luthfi itu mendapatkan support dari pemerintah sehingga berjalan dengan baik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Rustini Muhaimin Tekankan...
Rustini Muhaimin Tekankan Budaya Literasi dengan Gerakan Membaca
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
3 Manfaat Membacakan...
3 Manfaat Membacakan Buku untuk Anak: Asah Kemampuan Komunikasi, Emosi, dan Imajinasi
Rekomendasi
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jonatan Sikat Alwi, Jafar/Felisha Kalah
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved