Dugan Operasi Senyap Loloskan Partai Gurem ke Senayan, Ray Rangkuti: Hak Angket Jadi Penting

Minggu, 25 Februari 2024 - 00:00 WIB
loading...
Dugan Operasi Senyap...
Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti (kanan) dan Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari (kiri) dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews, Sabtu (24/2/2024). FOTO/TANGKAPAN LAYAR
A A A
JAKARTA - Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menanggapi isu soal dugaan operasi senyap untuk meloloskan salah satu partai politik ke parlemen. Menurutnya, hak angket DPR perlu dijalankan agar mampu membongkar dugaan kecurangan tersebut.

Hal tersebut dikatakan Ray dalam Podcast Cawe-Cawe di YouTube iNews. Ray mulanya ditanya oleh pembawa acara Margi Syarif soal dugaan operasi senyap itu.

"Maksudnya PSI kali ya, meloloskan PSI gitu, ya boleh jadi ada, boleh jadi tidak, saya nggak tahu. Oleh karena itu saya melihatnya lagi-lagi, angket tuh jadi penting," ujar Rey, Sabtu (24/2/2024).



Dia menjelaskan alasannya mengapa hak angket ini perlu dilakukan, karena Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) hanya bekerja untuk menyelesaikan satu per satu kasus dugaan kecurangan. Sementara jika DPR menjalankan hak angket seluruh kasus dugaan kecurangan bisa di buat kesimpulan.

"Oleh karena itu enggak akan kebongkar ini, karena Bawaslu melihat kasus per kasus, 'oh terjadi di sana penggelembungan suara' oke, kita benahi itu, selesai ya. Terjadi lagi di sana kita benahi itu, oke selesai ya. Kalau ada yang salah kalau mau pidana ya pidana," katanya.

"Jadi rangkai demi rangkaian itu enggak akan dibuat kesimpulan oleh Bawaslu, bahwa ada upaya yang secara sistematis untuk meng-goal-kan salah satu partai tertentu," sambungnya.

Baca juga: Wacana Hak Angket Mencuat Bentuk Ketidakpercayaan Masyarakat pada Bawaslu dan MK

Dalam acara tersebut, turut hadir juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari. Dirinya melihat bedasarkan hasil quick count, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tidak bisa lolos ke Senayan karena perolehannya suara nasional di bawah ambang batas yakni 4%.

"Kalau lihat survei, hasil quick count enggak ya, jadi ya nggak tahu nanti lihat hasil resmi KPU (Komisi Pemilihan Umum) seperti apa, real count kayanya juga enggak ya," kata Qodari.

Namun jika nanti perhitungan manual KPU, perolehan suara PSI di atas 4%, Qodari mengatakan, jika ada terdapat dugaan kecurangan sebaiknya dilakukan proses hukum yang berlaku.

"No komen, pertama faktanya belum terjadi, yang kedua ya kembalikan saja kepada proses hukum kalau memang ada yang aneh pelanggaran, ya di proses saja," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
DPR Desak Negara Tindak...
DPR Desak Negara Tindak Keras Tanpa Kompromi Judi Online dan Teror Pinjol
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Massa HMI MPO Datangi...
Massa HMI MPO Datangi Gedung DPR, Sampaikan Tuntutan Ini
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Lindungi...
Tips MotionTrade: Lindungi Data Pribadi Anda dari Ancaman Sniffing di Era Investasi Digital
Pradita University Terapkan...
Pradita University Terapkan Living Laboratory, Mahasiswa Kuliah Sambil Praktik di Hotel
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Berita Terkini
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
Kejagung Tolak Permohonan...
Kejagung Tolak Permohonan Justice Collaborator Sony Sonjaya Terkait Kasus Korupsi MBG
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Prabowo Resmikan 1.151...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah: Jadi Urat Nadi Perekonomian Rakyat
Tingkatkan Layanan Kesehatan...
Tingkatkan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit, RS Pelni Gelar Pelatihan AI
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved