Kepala BP2MI Berharap Pekerja Migran Indonesia Tidak Dibebani Biaya Penempatan
Senin, 19 Februari 2024 - 21:26 WIB
loading...
Kepala BP2MI Benny Rhamdani berharap Pekerja Migran Indonesia (PMI) tidak dibebani biaya penempatan. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melepas sekaligus memberi pembekalan kepada 390 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Para pahlawan devisa ini akan diberangkatkan ke Korea Selatan.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani memaparkan data terkait kerja BP2MI dan anggaran yang dialokasikan untuk Pekerja Migran Indonesia. Menurut Benny, lebih penting dan utama negara memperhatikan nasib Pekerja Migran Indonesia, daripada mengucurkan anggaran ke Kementerian Lembaga dan politisi yang dikorupsi nantinya.
Dikatakannya sudah banyak perubahan dan perbaikan yang dilakukan sepanjang kurang lebih empat tahun terakhir.
Baca juga: BP2MI Kuatkan Komitmen dan Soliditas Satgas Sikat Sindikat Pekerja Migran Ilegal
"Saya juga bermimpi agar Pekerja Migran Indonesia tidak dibebani biaya penempatan. Hingga saat ini negara tidak konsisten menjalankan amanah Undang-undang. Itu pekerja rumah bagi pemerintah karena hingga hari ini asuransi kesehatan, biaya visa, tes kesehatan, tiket pesawat, dan urusan lainnya untuk penempatan masih dibayar Pekerja Migran Indonesia. Saya bermimpi kedepan semua itu digratiskan,’’ ungkapnya, Senin (19/2/2024).
Baca juga: Jadi Masalah Baru Negara, Kepala BP2MI: Ratusan PMI Meninggalkan Pekerjaannya di Korsel
Benny mengingatkan agar Pekerja Migran Indonesia sebagai warga VVIP dapat bekerja secara profesional dan tidak menjadi kaburan. ‘’Tidak semua orang beruntung dan terseleksi bekerja ke Korea Selatan. Karena kami tahu sangat banyak yang mendaftar, mereka yang mengikuti tes serta berharap mendapat kesempatan bekerja seperti kalian. Tapi, alhamdulillah hanya kalian yang dinyatakan lolos. Kalian orang-orang berkompeten di bidangnya. Jangan mau menjadi kaburan saat berada di Korea Selatan,’’ ungkapnya..
Kepala BP2MI Benny Rhamdani memaparkan data terkait kerja BP2MI dan anggaran yang dialokasikan untuk Pekerja Migran Indonesia. Menurut Benny, lebih penting dan utama negara memperhatikan nasib Pekerja Migran Indonesia, daripada mengucurkan anggaran ke Kementerian Lembaga dan politisi yang dikorupsi nantinya.
Dikatakannya sudah banyak perubahan dan perbaikan yang dilakukan sepanjang kurang lebih empat tahun terakhir.
Baca juga: BP2MI Kuatkan Komitmen dan Soliditas Satgas Sikat Sindikat Pekerja Migran Ilegal
"Saya juga bermimpi agar Pekerja Migran Indonesia tidak dibebani biaya penempatan. Hingga saat ini negara tidak konsisten menjalankan amanah Undang-undang. Itu pekerja rumah bagi pemerintah karena hingga hari ini asuransi kesehatan, biaya visa, tes kesehatan, tiket pesawat, dan urusan lainnya untuk penempatan masih dibayar Pekerja Migran Indonesia. Saya bermimpi kedepan semua itu digratiskan,’’ ungkapnya, Senin (19/2/2024).
Baca juga: Jadi Masalah Baru Negara, Kepala BP2MI: Ratusan PMI Meninggalkan Pekerjaannya di Korsel
Benny mengingatkan agar Pekerja Migran Indonesia sebagai warga VVIP dapat bekerja secara profesional dan tidak menjadi kaburan. ‘’Tidak semua orang beruntung dan terseleksi bekerja ke Korea Selatan. Karena kami tahu sangat banyak yang mendaftar, mereka yang mengikuti tes serta berharap mendapat kesempatan bekerja seperti kalian. Tapi, alhamdulillah hanya kalian yang dinyatakan lolos. Kalian orang-orang berkompeten di bidangnya. Jangan mau menjadi kaburan saat berada di Korea Selatan,’’ ungkapnya..
Lihat Juga :