Bawaslu Terima Ribuan Laporan Intimidasi saat Pemilu: Belum Ada dari Aparat
Jum'at, 16 Februari 2024 - 14:49 WIB
loading...
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Rahmat Bagja mengatakan ada ribuan laporan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah terjadi intimidasi. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyebut ada ribuan laporan dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah terjadi intimidasi . Bawaslu menyebut intimidasi itu tidak sejauh ini bukan dilakukan aparat.
"Sampai saat ini belum ada (laporan aparat mengintimidasi) belum ada informasi itu," ujar Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Jumat (15/2/2024).
Baca juga: Bawaslu Ungkap Laporan Intimidasi dan Mobilisasi Pemilih Terjadi di 2.271 TPS, Ini Provinsinya
Bagja tak menjawab detail siapa-siapa saja sosok pelaku intimidasi. Dia hanya menyebut bahwa intimidasi dilakukan mayoritas kepada penyelenggara pemilu. Salah satunya adalah adanya laporan mengenai kotak suara DPRD yang dibuang di daerah Maluku.
"Ketika ada kesalahan dari teman-teman penyelenggara tolong diingatkan kan ada pengawas TPS di situ. Mereka yang akan mencatat. Tidak usah tegang-tegangan apalagi harus banting-banting," jelasnya.
Bagja juga belum merinci soal temuan Bawaslu mengenai adanya mobilisasi pemilih untuk memilih palon tertentu. Menurutnya, permasalahan ini masih diteluri.
"Detailnya (ada mobilisasi) dari daerah mana saja, belum bisa kami sampaikan," tutur dia.
"Sampai saat ini belum ada (laporan aparat mengintimidasi) belum ada informasi itu," ujar Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, Jumat (15/2/2024).
Baca juga: Bawaslu Ungkap Laporan Intimidasi dan Mobilisasi Pemilih Terjadi di 2.271 TPS, Ini Provinsinya
Bagja tak menjawab detail siapa-siapa saja sosok pelaku intimidasi. Dia hanya menyebut bahwa intimidasi dilakukan mayoritas kepada penyelenggara pemilu. Salah satunya adalah adanya laporan mengenai kotak suara DPRD yang dibuang di daerah Maluku.
"Ketika ada kesalahan dari teman-teman penyelenggara tolong diingatkan kan ada pengawas TPS di situ. Mereka yang akan mencatat. Tidak usah tegang-tegangan apalagi harus banting-banting," jelasnya.
Bagja juga belum merinci soal temuan Bawaslu mengenai adanya mobilisasi pemilih untuk memilih palon tertentu. Menurutnya, permasalahan ini masih diteluri.
"Detailnya (ada mobilisasi) dari daerah mana saja, belum bisa kami sampaikan," tutur dia.
Lihat Juga :