Faisal Basri: Hampir Mustahil Pemilu 2024 Jujur dan Adil kalau Presidennya Masih Jokowi

Selasa, 13 Februari 2024 - 23:14 WIB
loading...
Faisal Basri: Hampir...
Pengamat Ekonomi dan Politik, Faisal Basri pun berpendapat Presiden Jokowi terus melakukan perusakan sistem demokrasi di Indonesia. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menjadi sorotan banyak kalangan. Pengamat Ekonomi dan Politik, Faisal Basri pun berpendapat Jokowi terus melakukan perusakan sistem demokrasi di Indonesia.

“Jokowi ini kan dari hari ke hari melakukan kerusakan terus-menerus, jadi tidak terbayangkan oleh kita kalau Jokowi tepat sebagai Presiden sampai Oktober dengan kerusakan yang dahsyat. Karena itulah kita meminta Pak Jokowi baik-baik jangan cawe-cawe. Dia akui kan cawe-cawe dia presiden dan dia punya kepentingan pribadi untuk mempertahankan kekuasaannya,” ujar Faisal Basri dalam 33 Jam Live Podcast Gerakan Aktivis 98, Selasa (13/2/2024).

Baca juga: Faisal Basri: Ganjar-Mahfud Menang Pilpres, Iklim Investasi Lebih Pasti

Dia mengatakan bahwa Jokowi memiliki kepentingan pribadi untuk mempertahankan kekuasaannya lewat pencalonan anaknya sebagai wakil presiden.

“Takut kita? Tidak, ini negara demokrasi ayo bersaing secara sehat, beretika, dan dilandasi dengan moralitas. Apalagi ini calon pemimpin bangsa yang standar nilainya harus tinggi,” tegas Faisal.

Faisal mengajak masyarakat agar kepentingan pemilu yang sebentar lagi berlangsung itu harus jujur, adil, dan tidak ada kecurangan, bebas, rahasia. Meski begitu, dia menyebut pemilu kali ini hampir mustahil adil kalau presidennya masih Jokowi.

“Jadi jangan ditakuti-takuti rakyat, jangan gunakan aparat, polisi ,tentara, aparat desa, sampai bupati, wali kota dan gubernur. Kita menerima apapun hasilnya. Namun, hampir mustahil pemilu ini jujur dan adil kalau presidennya masih Jokowi yang penuh dengan cawe-cawe yang kian hari kian nyata. Untuk itu, masyarakat ini kan bikin gerakan kawal pemilu dan macem-macem lagi ya, kita monitor terus dari waktu ke waktu supaya tidak terjadi kecurangan yang massif,” tandas dia.

Lebih lanjut, dia menambahkan bahkan para konglomerat sudah mengumumkan arogansinya dengan mengatakan sepertiga kekuatan ekonomi Indonesia akan mendukung Prabowo, kekuatan uangnya luar biasa.

“Kemudian ada upaya memakzulkan Jokowi, tapi kan secara konstitusiaonal ini lewat DPR kan, dan DPR-nya belum ada yang gerak. Tapi sudah mulailah ada petisi 100 untuk menunjukkan ada perlawanan dari rakyat. Tapi waktunya cukup panjang udah pasti melewati pemilu."

Baca juga: Ikrar Nusa Bhakti Sebut Jokowi Mau Membunuh Demokrasi, Ini Alasannya

"Ada gerakan moral juga seperti dorongan untuk menteri-menteri yang masih waras yang masih punya integritas itu mundur. Kenapa mundur? Karena para menteri ini punya standar nilai kualitas yang tinggi. Makanya jadi menteri. Ada yang dari akademisi, ada yang dari teknokrat itu ada standarnya,” tegasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komisi II DPR Bakal...
Komisi II DPR Bakal Panggil KPU Imbas Penggunaan Jet Pribadi
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Saraswati Rahayu Mundur...
Saraswati Rahayu Mundur dari DPR, PB PII: Jadi Teladan Politik Generasi Muda
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
DPW Partai Perindo Jakarta...
DPW Partai Perindo Jakarta Kunjungi KPU DKI Bahas Verifikasi Parpol hingga Dana Bantuan Politik
Terima Audiensi DPW...
Terima Audiensi DPW Perindo, Ketua KPU DKI: Nilai Dana Bantuan Politik Rp7.500 per Satu Suara
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved