Asosiasi Presisi Minta KPU dan Bawaslu Antisipasi Kerawanan Penyelenggaraan Pemilu
Selasa, 13 Februari 2024 - 14:55 WIB
loading...
A
A
A
“Terus terang, dengan kondisi yang terjadi akhir-akhir ini negara sebenarnya sedang berada di tengah propaganda kerawanan penyelenggaraan pemilu. Padahal, dengan seluruh sumber dayanya negara bisa mengatasi hal tersebut. Tujuannya tentu semata-mata untuk pemilu yang kredibel dan legitimate,” ungkap Anas.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Presisi Azhari Ardinal juga menuntut penyelenggara pemilu mempersiapkan penyelenggaraan pemilu secara baik. Penyelenggara pemilu harus seoptimal mungkin meminimalisir ketidakpercayaaan publik dan potensi kerawanan penyelenggaraan pemilu.
“Harus diantisipasi dengan segala opsi dan kemungkinan. Penyelenggara tidak boleh membiarkan pemilu kurang legitimate dan tidak dipercayai publik, apalagi sampai menciptakan kerawanan penyelenggaraan pemilu,” kata Azhari.
Dia mengusulkan pemerintah memaksimalkan skema pelibatan pemantau independen. Melalui skema tersebut, setidaknya pemerintah berupaya mendorong partisipasi publik sehingga mempengaruhi penguatan legitimasi pemilu.
“Ya, semakin banyak pemantau independen maka itu berarti penyelenggaraan pemilu semakin terbuka untuk pengawasan publik. Masyarakat akhirnya percaya bahwa pemilu berlangsung dengan jurdil dan rumor ketidaknetralan itu akhirnya menjadi tidak benar alias bohong belaka,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Presisi Azhari Ardinal juga menuntut penyelenggara pemilu mempersiapkan penyelenggaraan pemilu secara baik. Penyelenggara pemilu harus seoptimal mungkin meminimalisir ketidakpercayaaan publik dan potensi kerawanan penyelenggaraan pemilu.
“Harus diantisipasi dengan segala opsi dan kemungkinan. Penyelenggara tidak boleh membiarkan pemilu kurang legitimate dan tidak dipercayai publik, apalagi sampai menciptakan kerawanan penyelenggaraan pemilu,” kata Azhari.
Dia mengusulkan pemerintah memaksimalkan skema pelibatan pemantau independen. Melalui skema tersebut, setidaknya pemerintah berupaya mendorong partisipasi publik sehingga mempengaruhi penguatan legitimasi pemilu.
“Ya, semakin banyak pemantau independen maka itu berarti penyelenggaraan pemilu semakin terbuka untuk pengawasan publik. Masyarakat akhirnya percaya bahwa pemilu berlangsung dengan jurdil dan rumor ketidaknetralan itu akhirnya menjadi tidak benar alias bohong belaka,” ujarnya.
(jon)
Lihat Juga :