Ketum Muhammadiyah Harap Pemilu Ikuti Prinsip Demokrasi, Rakyat Bebas Memilih Tanpa Tekanan

Senin, 12 Februari 2024 - 22:00 WIB
loading...
Ketum Muhammadiyah Harap...
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan tausiyah jelang Pemilu 2024. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan tausiyah jelang Pemilu 2024 yang tinggal dua hari lagi. Menurutnya, memimpin Indonesia tidaklah gampang ibadah menakhodai kapal besar di tengah gelombang yang dahsyat.

"Memimpin Indonesia ibarat menahkodai kapal besar di tengah gelombang yang dahsyat di lautan sarat masalah dan tantangan," kata Haedar dalam keterangannya, Senin (12/2/2024).

Haedar Nashir mengatakan, beban masalah dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini dan ke depan sangatlah kompleks. Mulai dari bagaimana menyiapkan generasi emas 2045, merawat persatuan di tengah kebhinekaan, menegakkan nilai-nilai utama kebangsaan.



"Menyelesaikan masalah-masalah domestik dan luar negeri dari hal praktis hingga strategis mengolah dan menyelamatkan sumber daya alam nan kaya serta menjadikan Indonesia benar benar maju di seluruh bidang kehidupan setara dengan negara lain yang maju," katanya.

Karena itu, Haedar meminta agar Pemilu tidak dijadikan pasar politik yang sarat transaksi dengan orientasi sekadar memilih berdasarkan kepentingan sesaat yang bersifat nilai guna atau pragmatis baik berupa materi maupun kursi dan posisi.

"Pemilu 2024 adalah proses demokrasi untuk memilih para pemimpin Indonesia di lembaga eksekutif dan legislatif yang akan menentukan merah putihnya Indonesia. Proses pemilu harus mengikuti prinsip demokrasi dari oleh dan untuk rakyat secara bebas tanpa tekanan dan rintangan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Feri Amsari Dipolisikan,...
Feri Amsari Dipolisikan, Pangi Syarwi Chaniago: Negara Demokrasi 'Dewanya' Itu Kebebasan
Perkuat Akses Pendidikan,...
Perkuat Akses Pendidikan, UMJ Resmikan Kampus Tulang Bawang Lampung
Jemaah Salat Idulfitri...
Jemaah Salat Idulfitri di Muhammadiyah Menteng Membeludak ke Jalan, Polisi Terapkan Rekayasa Lalin
Gelar Salat Idulfitri...
Gelar Salat Idulfitri 1447 H, Gedung PP Muhammadiyah Menteng Dipadati Jemaah
Rekomendasi
Test Drive Leapmotor...
Test Drive Leapmotor B10 Jakarta–Bandung: Pintar, Nyaman, tapi Ada Catatannya
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
10 Cara Menurunkan Tekanan...
10 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved