BKKBN Ajak Bersama Wujudkan Indonesia Ramah Disabilitas
Rabu, 12 Agustus 2020 - 22:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, mahasiswa penyandang disabilitas, Surya Sahetapy mengamini kondisi tersebut, “Teman teman penyandang disabilitas tidak mengalami hambatan secara fisik. Hambatan yang kami rasakan bukan dari kami, tapi dari faktor eksternal. Apa bapak ibu punya teman penyandang disabilitas? Bertemanlah dengan mereka, dan kita dengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka sehingga kita bisa memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, lanjut Surya.
Sementara itu, Munawir Yusuf menyampaikan tips bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya ramah terhadap disabilitas. “Di masyarakat ada kelompok organisasi remaja, misal karang taruna, remaja masjid, yang terkait kepemudaan. Persoalannya tidak di setiap daerah memahami tentang keberadaan penyandang disabilitas. Karena itu, ketika di kampung atau masyarakat ada penyandang disabilitas, kata kunci yang pertama adalah harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagain kegiatan di kampung,” tuturnya.
Munawir memberikan contoh di kampungnya yang memberikan kesempatan penyandang disabilitas untuk beribadah ke masjid dengan merangkak. Hal ini tentunya akan berhasil jika masyarakat memberikan kesempatan mereka untuk berpartisipasi layaknya anggota masyarakat. “Mereka (penyandang disabilitas-red) harus berpartisipasi secara riil, “ lanjut Munawir.
Surya menambahkan bahwa kesadaran itu harus di mulai dari keluarga dan mulai dari anak anak. “Saat membuka komunikasi dengan penyandang disabilitas, kebingungan di awal itu pasti ada, tetapi edukasi bisa dilakukan sehingga yang non disabilitas akan terbiasa, sehingga diskriminasi dan bullying tidak akan terjadi,” lanjut Surya.
BKKBN berhrap Hari Remaja Internasional tahuh ini menjadi momentum bagi remaja untuk terlibat dan beraksi secara nyata termasuk terus berupaya menjadikan lingkungan sekitar ramah bagi penyandang disabilitas.
Semua bisa di mulai dari yang paling dekat, dan paling mudah yaitu di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah dan teman teman terdekat. Yuks, bareng-bareng mewujudkan Indonesia ramah disabilitas.
Sementara itu, Munawir Yusuf menyampaikan tips bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya ramah terhadap disabilitas. “Di masyarakat ada kelompok organisasi remaja, misal karang taruna, remaja masjid, yang terkait kepemudaan. Persoalannya tidak di setiap daerah memahami tentang keberadaan penyandang disabilitas. Karena itu, ketika di kampung atau masyarakat ada penyandang disabilitas, kata kunci yang pertama adalah harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam berbagain kegiatan di kampung,” tuturnya.
Munawir memberikan contoh di kampungnya yang memberikan kesempatan penyandang disabilitas untuk beribadah ke masjid dengan merangkak. Hal ini tentunya akan berhasil jika masyarakat memberikan kesempatan mereka untuk berpartisipasi layaknya anggota masyarakat. “Mereka (penyandang disabilitas-red) harus berpartisipasi secara riil, “ lanjut Munawir.
Surya menambahkan bahwa kesadaran itu harus di mulai dari keluarga dan mulai dari anak anak. “Saat membuka komunikasi dengan penyandang disabilitas, kebingungan di awal itu pasti ada, tetapi edukasi bisa dilakukan sehingga yang non disabilitas akan terbiasa, sehingga diskriminasi dan bullying tidak akan terjadi,” lanjut Surya.
BKKBN berhrap Hari Remaja Internasional tahuh ini menjadi momentum bagi remaja untuk terlibat dan beraksi secara nyata termasuk terus berupaya menjadikan lingkungan sekitar ramah bagi penyandang disabilitas.
Semua bisa di mulai dari yang paling dekat, dan paling mudah yaitu di lingkungan keluarga, tetangga, sekolah dan teman teman terdekat. Yuks, bareng-bareng mewujudkan Indonesia ramah disabilitas.
(dam)
Lihat Juga :