Sambangi Kota Tebing Tinggi, Presiden Joko Widodo Pastikan Progam JKN Berjalan Optimal
Kamis, 08 Februari 2024 - 12:03 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyampaikan bahwa Program JKN telah menjadi program strategis pemerintah yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan capaian kepesertaan JKN yang semakin tinggi. Per 1 Februari 2024, terdapat 267,87 juta atau 95,97 persen dari total penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Di Kota Tebing Tinggi sendiri, seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan menyandang predikat Universal Health Coverage (UHC). Capaian ini tentu berkat dukungan yang luar biasa dari pemerintah dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam menyukseskan Program JKN,” ujar Ghufron.
Ghufron menekankan, dengan semakin tingginya jumlah peserta JKN juga perlu diimbangi dengan jumlah fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk melayani peserta JKN. Saat ini terdapat 23.639 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.120 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.
"Terdapat 19 FKTP dan 6 FKRTL di Kota Tebing Tinggi yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, beberapa rumah sakit telah menyediakan layanan canggih bagi peserta JKN, seperti CT-scan, ekokardiografi, pemeriksaan appendicogram dan mammografi," kata Ghufron.
Peningkatan jumlah fasilitas kesehatan ini tentu akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh peserta JKN. Ghufron juga menyebutkan bahwa jumlah pemanfaatan layanan di fasilitas kesehatan meningkat drastis. Pada tahun 2023, terdapat 606,7 juta pemanfaatan atau 1,6 juta pemanfaatan per hari, baik pelayanan sehat dan pelayanan sakit.
“Dari total pemanfaatan yang ada, pada tahun 2023 tercatat 29,73 juta kasus penyakit berbiaya katastropik dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 34,7 triliun rupiah. Penyakit jantung merupakan penyakit dengan biaya terbesar sejumlah 20,04 juta kasus dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 17,6 triliun rupiah,” papar Ghufron.
“Di Kota Tebing Tinggi sendiri, seluruh penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN dan menyandang predikat Universal Health Coverage (UHC). Capaian ini tentu berkat dukungan yang luar biasa dari pemerintah dan seluruh stakeholder yang terlibat dalam menyukseskan Program JKN,” ujar Ghufron.
Ghufron menekankan, dengan semakin tingginya jumlah peserta JKN juga perlu diimbangi dengan jumlah fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk melayani peserta JKN. Saat ini terdapat 23.639 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 3.120 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia.
"Terdapat 19 FKTP dan 6 FKRTL di Kota Tebing Tinggi yang telah menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dari jumlah tersebut, beberapa rumah sakit telah menyediakan layanan canggih bagi peserta JKN, seperti CT-scan, ekokardiografi, pemeriksaan appendicogram dan mammografi," kata Ghufron.
Peningkatan jumlah fasilitas kesehatan ini tentu akan meningkatkan kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh peserta JKN. Ghufron juga menyebutkan bahwa jumlah pemanfaatan layanan di fasilitas kesehatan meningkat drastis. Pada tahun 2023, terdapat 606,7 juta pemanfaatan atau 1,6 juta pemanfaatan per hari, baik pelayanan sehat dan pelayanan sakit.
“Dari total pemanfaatan yang ada, pada tahun 2023 tercatat 29,73 juta kasus penyakit berbiaya katastropik dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 34,7 triliun rupiah. Penyakit jantung merupakan penyakit dengan biaya terbesar sejumlah 20,04 juta kasus dengan beban pelayanan kesehatan mencapai lebih dari 17,6 triliun rupiah,” papar Ghufron.
Lihat Juga :