Di Makam Bung Karno, GMNI Sampaikan Seruan Matinya Demokrasi

Rabu, 07 Februari 2024 - 18:27 WIB
loading...
Di Makam Bung Karno,...
Solidaritas Pejuang-Pemikir Pemikir-Pejuang membuat Seruan Kebanggsaan Indonesi Berkabung: Matinya Demokrasi di Pelataran Makam Bung Karno, Blitar. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Solidaritas Pejuang-Pemikir Pemikir-Pejuang membuat Seruan Kebanggsaan Indonesi Berkabung: Matinya Demokrasi di Pelataran Makam Bung Karno, Blitar. Seruan ini dibacakan oleh Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino yang menyoroti masalah demokrasi yang kini diwarnai dengan intimidasi yang dialami oleh berbagai kalangan, pelanggaran etika terjadi berulang-ulang tanpa rasa malu, aturan soal netralitas ditabrak begitu saja.

Ada 6 poin seruan kebangsaan yang disampaikan oleh Arjuna. Pertama, mendesak Presiden Jokowi untuk tidak menggunakan simbol, program dan fasilitas negara untuk kampanye terselubung yang menguntungkan kandidat tertentu demi terselenggaranya pemilu yang adil, jujur, dan fair.

Hal ini menurut Arjuna sangat penting disuarakan untuk menjaga kehormatan dan kewibawaan presiden sebagai lembaga tinggi negara. “Mendesak Presiden Jokowi untuk tidak menggunakan simbol, program dan fasilitas negara untuk kampanye terselubung yang menguntungkan kandidat tertentu demi terselenggaranya pemilu yang adil, jujur dan fair,” seru Arjuna

“Kami tidak mau presiden jadi tim sukses,” tambah Arjuna

Kedua, mendesak Presiden Jokowi untuk menjunjung tinggi kepentingan negara di atas kepentingan keluarga dan para kroni, karena sebagai kepala negara presiden bertugas melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Menurut Arjuna, poin ini disampaikan sebagai wujud agar presiden menjalankan sumpah jabatannya melindungi semua warga negara Indonesia yang memiliki keragaman etnis, suku hingga keragaman pilihan politik di Pilpres 2024.

Semua harus dilindungi tidak boleh didiskriminasi karena pilihan politik. “Kami tidak mau presiden dipersepsikan hanya milik golongan politik tertentu. Mereka yang pilihan politiknya berbeda didiskriminasikan, itu bisa mengancam persatuan nasional,” imbuh Arjuna
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
GMNI Desak Pemerintah...
GMNI Desak Pemerintah Tetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional
GMNI Kecam Intervensi...
GMNI Kecam Intervensi Trump ke Venezuela: Dunia Ini Bukan Milik 1 Negara Saja!
Gibran Didampingi Khofifah...
Gibran Didampingi Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno di Blitar
GMNI Yakin Kabinet Merah...
GMNI Yakin Kabinet Merah Putih Mampu Jalankan Semua Program Prabowo
Ziarah ke Makam Bung...
Ziarah ke Makam Bung Karno, Bentuk Penghormatan terhadap Proklamator
Legislator Partai Perindo...
Legislator Partai Perindo Ngada Syrilus Pati Wuli: Rakyat Harus Didengar, Kebijakan Harus Transparan
GMNI hingga HMI Demo...
GMNI hingga HMI Demo DPR, Lalu Lintas Arah Slipi Padat
Ketua Pimpinan Sidang...
Ketua Pimpinan Sidang Pleno Tetap: Kongres Tandingan di Bandung Inkonstitusional dan Mengancam Persatuan GMNI
Rekomendasi
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Pertamina Mandalika...
Pertamina Mandalika Racing Series Putaran 2, Asah Potensi Pembalap Muda Indonesia
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Polri: Frans Antoni...
Polri: Frans Antoni Diduga Otak Cuci Uang Hasil Narkoba Fredy Pratama
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved