Ketua PA GMNI Ingatkan Demokrasi Tak Boleh Kembali ke Era Sebelum Reformasi

Rabu, 31 Januari 2024 - 10:46 WIB
loading...
Ketua PA GMNI Ingatkan...
Perayaan Hari Natal DPP PA GMNI, di Gedung TVRI, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2024). FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Prof Arief Hidayat mengingatkan soal adanya time cyclus atau siklus waktu 20-30 tahunan yang akan selalu dialami Indonesia. Menurut Arief, waktu siklus yang terjadi 20-30 tahunan ini, selalu menjadi peristiwa maupun tonggak sejarah penting bagi perjalanan bangsa ini.

"Saya mempunyai analisis, di Indonesia ini ada yang namanya time siklus 20-30 tahunan. Time siklus itu dimulai dari tahun 1908, sejak munculnya politik tanam paksa (abab 19), setelah bangsa yang hidup di Nusantara ini kemudian melahirkan kebijakan yang disebut dengan politik etis," kata Arief saat memberikan sambutannya dalam acara perayaan Hari Natal DPP PA GMNI, di Gedung TVRI, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2024).

Ketika itu, sambung Arief, politik etis melahirkan sekolah-sekolah pada zaman Hindia Belanda pada awal abad ke 20. Dari politik etis ini, kemudian memunculkan cerdik pandai dari kaum pribumi. "Tapi hanya beberapa kelompok kecil dari anak priyayi, anak bangsawan yang bisa mengeyam pendidikan baik dalam Hindia maupun luar negeri di seperti di Belanda," katanya.

Dari sana lah, lanjut Arief kemudian tokoh-tokoh dalam negeri seperti Soekarno muncul. Sedangkan, contoh lain dari sekolah di negeri Belanda, misalnya Prof Soepomo, dan Bung Hatta. Atas dasar kesadaran politik etis itu, para tokoh-tokoh bangsa ini merasa Indonesia harus menjadi bangsa merdeka yang lepas dari penjajahan.

"Dengan memiliki pemikiran yang sama, maka pada tahun 1928 muncullah gerakan-gerakan kebangkitan nasional," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Sekjen GMNI Serukan...
Sekjen GMNI Serukan Gotong Royong dan Persatuan Nasional
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
OJK Kebut Reformasi...
OJK Kebut Reformasi Struktural Pasar Modal, Target Implementasi Rekomendasi MSCI Maret 2026
Emiten Belum Penuhi...
Emiten Belum Penuhi Free Float 15%, OJK Bakal Beri Tanda Khusus
Tekanan Global Bayangi...
Tekanan Global Bayangi Reformasi Pasar Modal, Investor Ritel Perlu Dilindungi
Rekomendasi
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Berpartisipasi dalam Jalan Sehat Hari Donor Darah Sedunia 2026 di Monas
Pelajar Tewas Tersangkut...
Pelajar Tewas Tersangkut Kabel, DPRD Desak Pemprov DKI Jakarta Tata Ulang Pengelolaan Utilitas
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Berita Terkini
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Infografis
Pasukan Korea Utara...
Pasukan Korea Utara Kembali ke Garis Depan Perang Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved