Direktur Juru Kampanye TPN Sebut Kekuasaan Sedang Tunjukkan Kepongahan

Senin, 05 Februari 2024 - 21:16 WIB
loading...
Direktur Juru Kampanye...
Direktur Juru Kampanye TPN Ganjar-Mahfud, Choirul Anam dalam diskusi di Media Lounge TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (5/2/2024). FOTO/GIFFAR RIVANA
A A A
JAKARTA - Direktur Juru Kampanye Tim Pemenangan Nasional ( TPN) Ganjar-Mahfud , Choirul Anam menilai fenomena politik menjelang Pemilu 2024, banyak ditandai dengan maraknya penyalahgunaan sebagai wujud dari kekuasaan yang pongah atau sombong.

Kepongahan itu diperlihatkan ketika para mahasiswa, masyarakat sipil, bahkan guru-guru di sejumlah universitas besar bergerak kemana-mana. Kekuasaan tidak memperlihatkan untuk berhenti menyalahgunakan kekuasaan itu. Namun, malah memperlihatkan siapa yang berkuasa di negeri ini.

"Ini teman-teman mahasiswa dan masyarakat sipil sudah bergerak ke mana-mana, tapi nggak ada berhentinya, eh malah menunjukkan siapa yang berkuasa di negeri ini," katanya Cak Anam, sapaan akrabnya di Media Lounge TPN Ganjar-Mahfud, Jakarta, Senin (5/2/2024).



Contoh kepongahan itu, kata Anam, bisa dilihat melalui instrumen bantuan sosial (bansos), yang seharusnya dibagikan karena kebijakan negara dengan infrastruktur yang ada, justru dibagi-bagi menggunakan kekuasaan yang pongah. Kekuasaan yang pongah ini sampai masuk ke desa-desa bahkan di depan Istana.

Menurut Anam, apa yang dilakukan bukan sekadar membagi-bagikan bansos, tapi tindakan tersebut menunjukkan kekuasaan ingin memberangus tatanan, tata kelola pemerintahan yang baik, merusak birokrasi. "Birokrat yang kritis diancam-ancam, ayo netral, ayo netral, tapi dia sendiri tidak nentral," tegas Anam.

Fenomena inilah yang menurut Anam akhirnya ditangkap para guru besar. Melihat sejarah gerakan di negara-negara lain, seperti Amerika Latin, jika mahasiswa sudah bergandengan dengan guru-guru besar, maka harus hati-hati.

"Bagi kami sikap para guru besar, mahasiswa, masyarakat sipil tidak sekadar menyoalkan etika, tapi sedang memperingatkan secara keras, bahwa tata kelola negara ini jalannya sedang salah. Bahasa yang paling konkret, apa salahnya, pongah kekuasaannya, atau bahasa kerennya totaliter kekuasaannya," kata mantan Komisioner Komnas HAM ini.

Baca juga: Kritik Pembagian Bansos di Depan Istana, TPN Ganjar-Mahfud: Merusak Birokrasi

Jika membaca kisah-kisah kuno zaman kerajaan, kata Anam, para cendekiawan dianggap orang suci. Jika orang suci sudah bersabda, yang disentuh bukan hanya hati nuraninya, bukan pikiran-pikiran jernih semua orang, tapi juga energinya untuk bergerak.

Karena itu, Anam meminta kepada seluruh pihak untuk mendengarkan suara para cendekia, khususnya kalangan mahasiswa. Jika sebelumnya berdiri sendiri, bergerak sendiri kini para guru besar sudah mengajak bersama-sama.

"Ayo kita inisiasi satu penyelamatan negara biar negara ini tidak gagal menuju negara demokratis. Yang paling konkret adalah gunakan hak Anda untuk memilih dengan basis seruan para cendekia, agar apa, agar kekuasaan yang pongah ini tidak berlangsung terus-menerus," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
Berkaca dari Pilpres...
Berkaca dari Pilpres pada Momen Pemilihan Ketum PSI, Kaesang: Yang Menang Nomor 2
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Respons Mahfud MD soal...
Respons Mahfud MD soal Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jadi Presidennya Tetap Sah
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Jokowi Apresiasi Pertemuan...
Jokowi Apresiasi Pertemuan Prabowo-Megawati
Rekomendasi
Emisi Global Meningkat,...
Emisi Global Meningkat, Pembiayaan Iklim Justru Seret
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah Tipis ke Level 5.640 Pagi Ini
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Berita Terkini
Prabowo Ingatkan Gaji...
Prabowo Ingatkan Gaji Polisi Berasal dari Uang Rakyat: Jangan Justru Menyusahkan
Roy Suryo Bawa Bukti...
Roy Suryo Bawa Bukti Potongan Video Penangkapannya di Sidang Praperadilan
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
HUT Ke-80 Bhayangkara,...
HUT Ke-80 Bhayangkara, Prabowo: Polri Harus Jadi Kompas Setiap Insan Bhayangkara
3 Purnawirawan Polri...
3 Purnawirawan Polri Dianugerahi Pangkat Kehormatan: Sidarto Danusubroto, Taufiequrachman Ruki, dan Taufiq Effendi
Infografis
Miliarder Elon Musk...
Miliarder Elon Musk Sebut Amerika Serikat sedang Menuju Bangkrut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved