Gubernur Ridwan Kamil Catat Poin Penting Musrenbangnas
Kamis, 30 April 2020 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
“Saya optimistis tahun 2021 adalah tahun recovery, tahun pemulihan, tahun reform. Selain itu, kecepatan dalam mengatasi COVID-19 kita juga perlu kecepatan untuk pulih. Kecepatan untuk recovery,” kata Presiden.
Situasi pandemi, lanjut Presiden, juga menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan Indonesia di berbagai bidang, terutama di bidang kesehatan. Selain itu, pandemi juga menjadi tolok ukur untuk melihat kemampuan ketahanan sosial, ekonomi, dan pangan nasional.
“Situasi pandemi saat ini memberikan kita kesempatan untuk melihat lagi apa yang perlu kita perbaiki, kita reform, segera kita harus pulihkan. Dalam soal reform di masa pandemi ini kita harus melihat seberapa kuat ketahanan sosial kita, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan seberapa besar ketergantungan kita pada negara lain,” papar Presiden.
“Dan di dalam situasi pandemi ini kita bisa melihat dan menghitung lagi berbagai potensi di dalam negeri yang belum terkelola dengan maksimal, yang belum kita bangun dan kita manfaatkan secara baik,” imbuhnya.
“Sebagai contoh apa yang terjadi di sektor kesehatan. Industri farmasi, bahan baku obat kita saat ini masih impor 95 persen. Alat-alat kesehatan ada tidak? Apa yang bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain. Sekarang kelihatan semuanya. Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, rasio perawat. Apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini,” tambah Presiden.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa dalam laporan RKP 2021 menyebut bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap pembangunan nasional.
Situasi pandemi, lanjut Presiden, juga menjadi kesempatan untuk melihat kemampuan Indonesia di berbagai bidang, terutama di bidang kesehatan. Selain itu, pandemi juga menjadi tolok ukur untuk melihat kemampuan ketahanan sosial, ekonomi, dan pangan nasional.
“Situasi pandemi saat ini memberikan kita kesempatan untuk melihat lagi apa yang perlu kita perbaiki, kita reform, segera kita harus pulihkan. Dalam soal reform di masa pandemi ini kita harus melihat seberapa kuat ketahanan sosial kita, ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, dan seberapa besar ketergantungan kita pada negara lain,” papar Presiden.
“Dan di dalam situasi pandemi ini kita bisa melihat dan menghitung lagi berbagai potensi di dalam negeri yang belum terkelola dengan maksimal, yang belum kita bangun dan kita manfaatkan secara baik,” imbuhnya.
“Sebagai contoh apa yang terjadi di sektor kesehatan. Industri farmasi, bahan baku obat kita saat ini masih impor 95 persen. Alat-alat kesehatan ada tidak? Apa yang bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain. Sekarang kelihatan semuanya. Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, rasio perawat. Apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini,” tambah Presiden.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa dalam laporan RKP 2021 menyebut bahwa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak besar terhadap pembangunan nasional.
Lihat Juga :