Mahfud MD Tegaskan Bakal Hapus Kredit Macet Nelayan dan Petani
Senin, 29 Januari 2024 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai bentuk dukungan pada para petani, Bane yang merupakan caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk dapil Sumatera Utara 3 itu meluncurkan pupuk organik cair bernama Pupuk Bagak di Simalungun, pada 27 Januari 2024. Pupuk Bagak ini merupakan multivitamin pengganti pupuk Urea dan Ponska dan ditergetkan menjadi solusi dari keluhan petani tentang kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.
"Tiga tahun saya berkeliling di 600 desa se-Sumatera Utara, masyarakat paling banyak mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk dan harganya yang mahal. Berangkat dari keluhan masyarakat itu saya jadi terpikir mencari solusi dengan menciptakan pupuk organik cair," kata Bane.
Pupuk organik cair tersebut sudah diproduksi sekitar enam ton dan sebagian sudah dibagikan kepada masyarakat secara gratis. "Tiga tahun saya berkeliling di 600 desa se-Sumatera Utara, masyarakat paling banyak mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk dan harganya yang mahal,” ujar Bane.
“Berangkat dari keluhan masyarakat itu saya jadi terpikir mencari solusi dengan menciptakan pupuk organik cair. Pupuk ini sebagai pengganti Ponska dan Urea. Pupuk Bagak juga berfungsi sebagai multivitamin," sambung Bane, yang merupakan caleg nomor urut 2 dari Dapil Sumatera Utara 3 tersebut.
Pembuatan pupuk organik cair itu melibatkan Dermawan Sipayung selaku ahli, dan juga melibatkan peneliti dari sekolah lapang DPP PDI Perjuangan. Pupuk organik cair tersebut sudah diproduksi lebih dari 10 ton, serta ada juga NPK cair, serta antivirus babi dan prebiotik untuk meningkatkan bobot ternak babi untuk dibagikan Kepada masyarakat secara gratis.
"Tiga tahun saya berkeliling di 600 desa se-Sumatera Utara, masyarakat paling banyak mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk dan harganya yang mahal. Berangkat dari keluhan masyarakat itu saya jadi terpikir mencari solusi dengan menciptakan pupuk organik cair," kata Bane.
Pupuk organik cair tersebut sudah diproduksi sekitar enam ton dan sebagian sudah dibagikan kepada masyarakat secara gratis. "Tiga tahun saya berkeliling di 600 desa se-Sumatera Utara, masyarakat paling banyak mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk dan harganya yang mahal,” ujar Bane.
“Berangkat dari keluhan masyarakat itu saya jadi terpikir mencari solusi dengan menciptakan pupuk organik cair. Pupuk ini sebagai pengganti Ponska dan Urea. Pupuk Bagak juga berfungsi sebagai multivitamin," sambung Bane, yang merupakan caleg nomor urut 2 dari Dapil Sumatera Utara 3 tersebut.
Pembuatan pupuk organik cair itu melibatkan Dermawan Sipayung selaku ahli, dan juga melibatkan peneliti dari sekolah lapang DPP PDI Perjuangan. Pupuk organik cair tersebut sudah diproduksi lebih dari 10 ton, serta ada juga NPK cair, serta antivirus babi dan prebiotik untuk meningkatkan bobot ternak babi untuk dibagikan Kepada masyarakat secara gratis.
(rca)
Lihat Juga :