Dukung Jokowi Sejak Wali Kota Solo, Ketum Pemuda Katolik Stefanus Gusma Mundur dari PDIP
Sabtu, 27 Januari 2024 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Keputusan mundur dari PDIP murni keinginannya sendiri tanpa ada tekanan pihak lain di internal maupun eksternal partai. "Saya berkeyakinan dan mengikuti kata hati saya soal sikap politik pengunduran. Pak Jokowi sosok pemimpin yang dicintai rakyatnya. Approval ratingnya sangat tinggi. Pilihan politik saya saat ini senapas dengan mayoritas rakyat yang puas terhadap pemerintahan Jokowi. Nah, saya rasa mungkin itu kesamaan dengan mentor saya Bang Ara (Maruarar Sirait) dalam konteks ini," kata Gusma.
Gusma menjelaskan, Pemuda Katolik memiliki ketetapan nasional dan rekomendasi terkait Pemilu 2024, yakni mendukung kader sebagai penyelenggara/pengawas Pemilu, dan mendukung para kader yang sedang maju sebagai caleg di berbagai partai politik. Selain itu, Gusma juga menegaskan tidak mungkin membawa Pemuda Katolik untuk kepentingan praktis dukung-mendukung.
Baca juga: Pernyataan Lengkap Maruarar Sirait Keluar dari PDIP
"Saat ini kami punya 76 kader yang bertugas sebagai KPUD/Bawaslu, pengurus dan kader ada di berbagai parpol dan di semua kubu Pilpres, maka semua harus terorkestrasi, solid, dan kompak. Setelah pemilu usai, kita harus tetap berkarya untuk organisasi. Harus berperan dan tidak boleh baperan," ujarnya.
Dukungan terhadap Prabowo-Gibran semakin mantap usai Prabowo Subianto bersilaturahmi ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Gedung KWI Jalan Cut Meutia Nomor 10 Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024). Saat berkunjung ke KWI, Prabowo didampingi Anggota Dewan Pengarah TKN yang juga adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Keduanya diterima langsung oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC.
Gusma menjelaskan, Pemuda Katolik memiliki ketetapan nasional dan rekomendasi terkait Pemilu 2024, yakni mendukung kader sebagai penyelenggara/pengawas Pemilu, dan mendukung para kader yang sedang maju sebagai caleg di berbagai partai politik. Selain itu, Gusma juga menegaskan tidak mungkin membawa Pemuda Katolik untuk kepentingan praktis dukung-mendukung.
Baca juga: Pernyataan Lengkap Maruarar Sirait Keluar dari PDIP
"Saat ini kami punya 76 kader yang bertugas sebagai KPUD/Bawaslu, pengurus dan kader ada di berbagai parpol dan di semua kubu Pilpres, maka semua harus terorkestrasi, solid, dan kompak. Setelah pemilu usai, kita harus tetap berkarya untuk organisasi. Harus berperan dan tidak boleh baperan," ujarnya.
Dukungan terhadap Prabowo-Gibran semakin mantap usai Prabowo Subianto bersilaturahmi ke Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Gedung KWI Jalan Cut Meutia Nomor 10 Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024). Saat berkunjung ke KWI, Prabowo didampingi Anggota Dewan Pengarah TKN yang juga adiknya, Hashim Djojohadikusumo. Keduanya diterima langsung oleh Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC.
Lihat Juga :