Dukung Jokowi Sejak Wali Kota Solo, Ketum Pemuda Katolik Stefanus Gusma Mundur dari PDIP
Sabtu, 27 Januari 2024 - 17:20 WIB
loading...
Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma pamit mundur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma pamit mundur dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ). Gusma bergabung dengan PDIP sejak 2012 diajak Maruarar Sirait yang lebih dulu mundur dari PDIP.
"Iya, saya sudah pamit. Saya sudah sampaikan permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan sudah pamit dengan senior-senior saya di partai. Sempat mengirim text WA, dan saya juga membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus Badiklatpus," kata Gusma yang pernah menjabat Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) 2009-2011 dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/1/2024).
Gusma terlihat terus mendampingi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka kampanye di beberapa daerah, seperti kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir 2023. Selain itu, ia aktif mendampingi komunitas Solidaritas Anak Muda untuk Keberagaman dan Toleransi Indonesia (Sakti) untuk pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Acara kick off gerakan door to door 2 juta rumah SAKTI di Kota Solo, Jawa Tengah dihadiri Gibran, Kamis (11/1/2024).
Gusma menjelaskan alasan pengunduruan diri dari PDIP berkaitan dengan perbedaan pandangan di Pilpres 2024. "Pertimbangan saya pamit karena telah berbeda dengan partai soal Pilpres 2024. Saya rasa logis dan etisnya demikian. Dulu saat masih aktivis mahasiswa di Solo, saya sudah jadi relawannya Pak Jokowi saat maju wali kota, lalu ikut berjuang saat beliau maju Gubernur DKI, dan saat maju Pilpres dua kali. Saya juga koordinator door to door-nya Mas Gibran saat maju Wali Kota Solo," katanya.
"Iya, saya sudah pamit. Saya sudah sampaikan permohonan maaf, ucapan terima kasih, dan sudah pamit dengan senior-senior saya di partai. Sempat mengirim text WA, dan saya juga membuat surat pengunduran diri sebagai pengurus Badiklatpus," kata Gusma yang pernah menjabat Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) 2009-2011 dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/1/2024).
Gusma terlihat terus mendampingi calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka kampanye di beberapa daerah, seperti kunjungan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada akhir 2023. Selain itu, ia aktif mendampingi komunitas Solidaritas Anak Muda untuk Keberagaman dan Toleransi Indonesia (Sakti) untuk pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Acara kick off gerakan door to door 2 juta rumah SAKTI di Kota Solo, Jawa Tengah dihadiri Gibran, Kamis (11/1/2024).
Gusma menjelaskan alasan pengunduruan diri dari PDIP berkaitan dengan perbedaan pandangan di Pilpres 2024. "Pertimbangan saya pamit karena telah berbeda dengan partai soal Pilpres 2024. Saya rasa logis dan etisnya demikian. Dulu saat masih aktivis mahasiswa di Solo, saya sudah jadi relawannya Pak Jokowi saat maju wali kota, lalu ikut berjuang saat beliau maju Gubernur DKI, dan saat maju Pilpres dua kali. Saya juga koordinator door to door-nya Mas Gibran saat maju Wali Kota Solo," katanya.
Lihat Juga :