Harlah ke-101 NU Digelar di Yogyakarta, Ini Rangkaian Acaranya
Sabtu, 27 Januari 2024 - 16:48 WIB
loading...
Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-101 NU, Syarif Munawi. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) akan genap berusia 101 tahun menurut penanggalan Hijriah pada 16 Rajab 1445 H atau pada Minggu (28/1/2024). Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar sejumlah acara merayakan hari lahir yang dipusatkan di Yogyakarta.
Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-101 NU , Syarif Munawi menyampaikan, perayaan harlah akan dibuka dengan istigasah di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Bantul, Yogyakarta, Minggu (28/1/2024) besok. Istigasah akan dipimpin langsung oleh Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori dan diisi mauidzah hasanah oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Kegiatan ini akan diikuti oleh warga dan pengurus NU Bantul, para kiai pesantren di Bantul, serta santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.
"Kegiatan doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon pertolongan Allah SWT bagi kemaslahatan Nahdlatul Ulama dan Indonesia. Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Nahdlatul Ulama yang telah mencapai 101 tahun hijiriyah, panitia juga menyajikan 101 tumpeng untuk dinikmati bersama," kata Syarif Munawi dalam keterangannya, Sabtu (27/1/2024).
Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini akan digelar di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1/2024). Kegiatan ini akan diisi oleh empat pembicara, yakni KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU); KH Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Aam PBNU); H Muhammad Cholil (COO Center for Shared Civilizational Values, North Caroline, USA); dan rof Robert W Hefner (pengajar di Boston University, USA). Halaqah ini akan dipandu oleh Prof Ismail Fajrie Alatas (anggota Lakpesdam PBNU).
Selain halaqah, PBNU juga akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta pada Selasa (30/1/2024). Konbes NU kali ini akan fokus membahas Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang mengatur dasar dan wewenang pembahasan dan penetapan hukum, metode dan proses pengambilan keputusannya, serta hal-hal terkait lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana Harlah ke-101 NU , Syarif Munawi menyampaikan, perayaan harlah akan dibuka dengan istigasah di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Bantul, Yogyakarta, Minggu (28/1/2024) besok. Istigasah akan dipimpin langsung oleh Katib Aam PBNU KH Akhmad Said Asrori dan diisi mauidzah hasanah oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.
Kegiatan ini akan diikuti oleh warga dan pengurus NU Bantul, para kiai pesantren di Bantul, serta santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran.
"Kegiatan doa bersama ini dimaksudkan untuk memohon pertolongan Allah SWT bagi kemaslahatan Nahdlatul Ulama dan Indonesia. Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan Nahdlatul Ulama yang telah mencapai 101 tahun hijiriyah, panitia juga menyajikan 101 tumpeng untuk dinikmati bersama," kata Syarif Munawi dalam keterangannya, Sabtu (27/1/2024).
Berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan Halaqah Nasional Strategi Peradaban Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini akan digelar di Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Senin (29/1/2024). Kegiatan ini akan diisi oleh empat pembicara, yakni KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum PBNU); KH Afifuddin Muhajir (Wakil Rais Aam PBNU); H Muhammad Cholil (COO Center for Shared Civilizational Values, North Caroline, USA); dan rof Robert W Hefner (pengajar di Boston University, USA). Halaqah ini akan dipandu oleh Prof Ismail Fajrie Alatas (anggota Lakpesdam PBNU).
Selain halaqah, PBNU juga akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta pada Selasa (30/1/2024). Konbes NU kali ini akan fokus membahas Peraturan Perkumpulan (Perkum) yang mengatur dasar dan wewenang pembahasan dan penetapan hukum, metode dan proses pengambilan keputusannya, serta hal-hal terkait lainnya.
Lihat Juga :