1.302 Peserta Ikut CAT PPIH Arab Saudi, Kemenag: Upaya Transparansi Proses Seleksi
Kamis, 25 Januari 2024 - 23:47 WIB
loading...
Sebanyak 1.302 peserta mengikuti CAT PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1445 H / 2024 M. Kegiatan yang diikuti 1.302 peserta ini digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.
Seleksi PPIH atau biasa dikenal dengan seleksi petugas haji merupakan salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Seleksi dilakukan dalam dua tahapan, yaitu Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara.
"Penggunaan CAT ini, bagian dari transformasi digital yang dilakukan Kemenag. Bahkan, kita sudah melakukan digitalisasi mulai dari proses pendaftaran di aplikasi PUSAKA. Ini memang sengaja kita lakukan, karena memang petugas haji itu harus familiar dengan dunia digital," tutur Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief di Asram Haji Pondok Gede, Kamis (25/1/2024).
Baca juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Tanah Suci pada 12 Mei 2024
Hilman menuturkan, tuntutan ini harus dipenuhi di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang terjadi. "Nanti di Arab Saudi, petugas harus membantu jemaah dengan berbagai sistem yang sudah terdigitalisasi," ungkapnya.
Hilman menambahkan, penggunaan CAT menjadi upaya peningkatan transparansi dan keadilan dalam proses seleksi PPIH Arab Saudi. "Ini upaya kita untuk menghasilkan petugas yang bertanggung jawab dan profesional," kata Hilman.
Baca juga: Biaya Haji 2024 Disetujui Rp93 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp56 Juta
Seleksi PPIH atau biasa dikenal dengan seleksi petugas haji merupakan salah satu tahapan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Seleksi dilakukan dalam dua tahapan, yaitu Computer Assisted Test (CAT) dan wawancara.
"Penggunaan CAT ini, bagian dari transformasi digital yang dilakukan Kemenag. Bahkan, kita sudah melakukan digitalisasi mulai dari proses pendaftaran di aplikasi PUSAKA. Ini memang sengaja kita lakukan, karena memang petugas haji itu harus familiar dengan dunia digital," tutur Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief di Asram Haji Pondok Gede, Kamis (25/1/2024).
Baca juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Mulai Berangkat ke Tanah Suci pada 12 Mei 2024
Hilman menuturkan, tuntutan ini harus dipenuhi di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang terjadi. "Nanti di Arab Saudi, petugas harus membantu jemaah dengan berbagai sistem yang sudah terdigitalisasi," ungkapnya.
Hilman menambahkan, penggunaan CAT menjadi upaya peningkatan transparansi dan keadilan dalam proses seleksi PPIH Arab Saudi. "Ini upaya kita untuk menghasilkan petugas yang bertanggung jawab dan profesional," kata Hilman.
Baca juga: Biaya Haji 2024 Disetujui Rp93 Juta, Calon Jemaah Bayar Rp56 Juta
Lihat Juga :