2021, Indonesia Target Miliki Vaksin Merah Putih
Rabu, 12 Agustus 2020 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Jokowi mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 215 negara di dunia yang terpapar oleh covid. Di Indonesia, warga yang terinfeksi Covid-19 mencapai 127.000, yang 82.000 di antaranya sembuh dan 5.700 meninggal dunia. Dengan data ini, Jokowi menilai bahwa ancaman covid belum selesai. Dia kembali menekankan pentingnya disiplin protokol kesehatan untuk pencegahan. “Utama urusan masker ini. Di Samping tentu saja yang berkaitan dengan jaga jarak, cuci tangan, tidak berada dalam kerumunan jumlah banyak. Tapi masker menjadi kunci,” katanya. (Baca juga: Pemerintahan Lebanon Bubar di Tengah Kemarahan Publik)
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan pengujian vaksin ini menjadi tahapan yang penting. Uji klinis tahap 3 sebelum vaksin Covid-19 ini diproduksi besar-besaran merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin. "Bio Farma menyatakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19, mulai uji pre-klinis, uji klinis tahap 1, dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di China," katanya.
Sinovac Paling Maju
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, vaksin Sinovac dari China diketahui yang paling terdepan dalam pengujian selama ini. Selain dengan Sinovac, Wiku menyebut ada beberapa kandidat vaksin yang sudah masuk pada tahap uji klinis. Pemerintah pun terus mencari vaksin yang tercepat dan terbaik. “Tapi yang disebut itu harus aman dan efektif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dan proses itu selalu diperhatikan oleh pemerintah untuk memastikan keamanan dan keefektifan vaksin tersebut,” ungkapnya. (Baca juga: Korban Pakai Baju Seksi, Remaja di Bintaro Batal Merampok Malam Memerkosa)
Wiku sebelumnya menyebut terdapat 188 kandidat vaksin yang tengah dikembangkan di dunia. Dari jumlah itu, 139 di antaranya masuk dalam tahap pre-klinis. Lalu 25 kandidat vaksin yang berproses dengan uji klinis tahap I. Sebanyak 17 kandidat vaksin lainnya dengan uji klinis tahap II. Pada saat ini, Sinovac yang berkonsorsium dengan Bio Farma adalah perusahaan atau pihak yang memiliki kandidat vaksin yang paling maju,” katanya.
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan pengujian vaksin ini menjadi tahapan yang penting. Uji klinis tahap 3 sebelum vaksin Covid-19 ini diproduksi besar-besaran merupakan tahapan yang perlu dilalui semua produk farmasi termasuk obat-obatan dan vaksin. "Bio Farma menyatakan Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI sudah mengetahui hasil positif dari tahapan uji klinis vaksin Covid-19, mulai uji pre-klinis, uji klinis tahap 1, dan uji klinis tahap 2 yang dilakukan di China," katanya.
Sinovac Paling Maju
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengungkapkan, vaksin Sinovac dari China diketahui yang paling terdepan dalam pengujian selama ini. Selain dengan Sinovac, Wiku menyebut ada beberapa kandidat vaksin yang sudah masuk pada tahap uji klinis. Pemerintah pun terus mencari vaksin yang tercepat dan terbaik. “Tapi yang disebut itu harus aman dan efektif bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dan proses itu selalu diperhatikan oleh pemerintah untuk memastikan keamanan dan keefektifan vaksin tersebut,” ungkapnya. (Baca juga: Korban Pakai Baju Seksi, Remaja di Bintaro Batal Merampok Malam Memerkosa)
Wiku sebelumnya menyebut terdapat 188 kandidat vaksin yang tengah dikembangkan di dunia. Dari jumlah itu, 139 di antaranya masuk dalam tahap pre-klinis. Lalu 25 kandidat vaksin yang berproses dengan uji klinis tahap I. Sebanyak 17 kandidat vaksin lainnya dengan uji klinis tahap II. Pada saat ini, Sinovac yang berkonsorsium dengan Bio Farma adalah perusahaan atau pihak yang memiliki kandidat vaksin yang paling maju,” katanya.
Lihat Juga :