Todung Mulya Lubis Sebut Pilpres 2024 Paling Tidak Demokratis Sejak Reformasi 98
Rabu, 17 Januari 2024 - 16:31 WIB
loading...
A
A
A
Di tempat yang sama, Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kritiyanto menyoroti munculnya papan reklame Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama Capres Prabowo Subianto. TPN, menurut Hasto, akan melaporkan hal tersebut.
“Itu bukan hanya wali kota, presiden juga tampil di baliho dan TV, terang-terangan mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ini adalah satu hal yang kita tak pernah bayangkan saat pilpres. Politically incorrect! Ini sudah mencederai demokrasi di Indonesia,” tegas Hasto.
Senada dengan Hasto, Todung juga menyayangkan kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang hanya bekerja berdasarkan laporan, bukan melakukan tindakan preventif dengan melakukan investigasi di lapangan agar mencegah kecurangan.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Laporkan 3 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN ke Bawaslu
“Ini pilpres yang menurut saya, paling tidak demokratis, setelah Reformasi 98,” pungkas Todung.
“Itu bukan hanya wali kota, presiden juga tampil di baliho dan TV, terang-terangan mendukung Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ini adalah satu hal yang kita tak pernah bayangkan saat pilpres. Politically incorrect! Ini sudah mencederai demokrasi di Indonesia,” tegas Hasto.
Senada dengan Hasto, Todung juga menyayangkan kinerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang hanya bekerja berdasarkan laporan, bukan melakukan tindakan preventif dengan melakukan investigasi di lapangan agar mencegah kecurangan.
Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Laporkan 3 Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN ke Bawaslu
“Ini pilpres yang menurut saya, paling tidak demokratis, setelah Reformasi 98,” pungkas Todung.
(kri)
Lihat Juga :