FAO dan Pemerintah Sinergi Cetak Petani Muda Indonesia

Selasa, 16 Januari 2024 - 20:05 WIB
loading...
FAO dan Pemerintah Sinergi...
Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food Agriculture Organization (FAO) bersama pemerintah menjalin kerja sama dalam program penciptaan petani muda di Indonesia. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pertanian merupakan sektor strategis penyedia pangan yang saat ini menghadapi krisis ketersediaan petani , dimana jumlah rumah tangga petani dalam 10 tahun terakhir (2003-2013) berkurang sebanyak 5 juta. Sebanyak 61% petani Indonesia berusia di atas 45 tahun.

Minimnya ketertarikan generasi muda untuk terjun di sektor pertanian karena menganggap profesi sebagai petani tidak keren (kumuh, miskin, serta komunitas yang terpinggirkan). Baca juga: 1,9 Juta Ton Pupuk Subsidi Siap Disalurkan Penuhi Kebutuhan Petani

Dalam rangka meningkatkan regenerasi petani di Indonesia, Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food Agriculture Organization (FAO) bersama pemerintah menjalin kerja sama dalam program penciptaan petani muda di Indonesia.

Kerja sama dijalin melalui Kantor Sekretaris Presiden (KSP) dan HKTI melalui Porgram Technical Cooperation Programmes (TCP). Pada pertemuan Senin 15 Januari 2024, dilakukan tanda tangan kerja sama dan presentasi pengenalan TCP bertempat di KSP.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengatakan bahwa regenerasi petani sudah menjadi permasalahan dunia. Amran menilai ada kegelisahan berbagai negara menghadapi regenerasi petani.

Apalagi di saat ini terjadi kondisi yang bertentangan dimana satu sisi pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat, namun pada sisi yang lain kondisi pertanian atau tanahnya menurun. Bahkan, terindentifikasi petani dihuni oleh orang-orang tua dengan alat-alat seadanya.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan inging memunculak petani modern dengan kerja sama ini.

“Kita ingin memunculkan cara bertani modern, smart farming, kepada pelaku (pertanian) anak muda dan pemahaman pertanian yang semakin luas bagi anak muda,” ujar Dedi.

“Harapannya tidak ada lagi pandangan (di kalangan) anak muda (bahwa) bertani itu kotor berlumpur dan tidak menghasilkan. Kita berikan pemahaman bertani itu punya area yang sangat luas, mulai dari riset, budidaya, pascapanen, sampai dengan rantai supply dan demand dipenuhi,” sambung Dedi.

TCP merupakan program smart farming kolaborasi dengan kwarnas (kepramukaan) dan lokasi di Cibubur, Buperta, dan Lampung dengan target anak muda sebanyak 100 sampai dengan 150 ribu orang.

Pilot projek ini akan dikawal oleh FAO bersama dengan HKTI, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan BRIN melalui hasil risetnya.

Melalui TCP juga akan dilakukan pengembangan kurikulum pendidikan pertanian bagi pemuda, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka melalui solusi inovatif dan pendekatan digital. Model ini telah dijalankan oleh Program YESS dengan lokasi program di Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

Baca juga: Ganjar Serap Aspirasi Nelayan dan Petani di Pantai Wonokerto Pekalongan

Pada pertemuan tersebut Assistant FAO Representative (Programme), Ageng S Herianto menjelaskan program yang akan dilakukan berupa pelatihan untuk para pemuda di Bumi Perkemahan, termasuk juga mendengarkan apa yang diinginkan para pemuda. Kemudian, disiapkan pendekatan pasar yang sesuai agar para petani muda tidak hanya memproduksi hasil pertanian, tetapi juga bekerja di keseluruhan rantai pasok.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Sambut DSI Prabowo,...
Sambut DSI Prabowo, PKB Ingatkan Transparansi dan Keberpihakan ke Petani
IJTI Audiensi dengan...
IJTI Audiensi dengan KSP: Dorong Regulasi Tegas dan Standar Etika di Media Sosial demi Ekosistem Pers Sehat
Aspal Karet: Solusi...
Aspal Karet: Solusi Senyap di Tengah Gejolak Energi Global
Dukung Swasembada Pangan,...
Dukung Swasembada Pangan, BRIN Jadi Dapur Riset Sinergi dengan Kementan dan Kemdiktisaintek
Mudik, Ban, dan Nasib...
Mudik, Ban, dan Nasib Petani Karet Indonesia
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Rekomendasi
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Apa yang Terjadi Sehari...
Apa yang Terjadi Sehari Sebelum Kick-Off Piala Dunia 2026?
Berita Terkini
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved