Ganjar Serap Aspirasi Nelayan dan Petani di Pantai Wonokerto Pekalongan
Selasa, 16 Januari 2024 - 16:37 WIB
loading...
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyerap aspirasi nelayan dan petani di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024). Foto: MPI/Maulana Yusuf
A
A
A
PEKALONGAN - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyerap aspirasi nelayan dan petani di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (16/1/2024). Dia mendengarkan langsung segala keluhan mereka dalam acara 'Sambung Rasa dengan Nelayan dan Petani'.
Ganjar disambut meriah warga setempat termasuk nelayan dan petani setibanya di Pantai Wonokerto. Mereka antusias bersalaman dengan mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
Setelah itu, Ganjar duduk dan berdialog langsung dengan perwakilan nelayan dan petani di pesisir Pantai Wonokerto.
Baca juga: Nelayan Majingklak Pangandaran Deklarasi Dukung Ganjar Presiden
Wahroji, petani tambak mencurahkan keluhan di antaranya banjir rob yang membuat lahan tambaknya rusak hingga harga hasil panen menurun karena daya beli masyarakat berkurang.
"Ini kebetulan kaitan dengan budidaya ikan karena ada fenomena alam nggak seperti dulu lagi. Kami mohon dari petani tambak ingin mengusulkan kaitan dengan rob tadi biar budidaya seperti dulu," ujar Wahroji kepada Ganjar.
"Kedua, kebetulan saat ini hasil panen alhamdulillah melimpah, bagus, cuma kendalanya daya beli masyarakat turun. Jadi harga yang tadinya Rp28 ribu sekarang turun menjadi Rp24 ribu," sambungnya.
Ganjar disambut meriah warga setempat termasuk nelayan dan petani setibanya di Pantai Wonokerto. Mereka antusias bersalaman dengan mantan Gubernur Jawa Tengah itu.
Setelah itu, Ganjar duduk dan berdialog langsung dengan perwakilan nelayan dan petani di pesisir Pantai Wonokerto.
Baca juga: Nelayan Majingklak Pangandaran Deklarasi Dukung Ganjar Presiden
Wahroji, petani tambak mencurahkan keluhan di antaranya banjir rob yang membuat lahan tambaknya rusak hingga harga hasil panen menurun karena daya beli masyarakat berkurang.
"Ini kebetulan kaitan dengan budidaya ikan karena ada fenomena alam nggak seperti dulu lagi. Kami mohon dari petani tambak ingin mengusulkan kaitan dengan rob tadi biar budidaya seperti dulu," ujar Wahroji kepada Ganjar.
"Kedua, kebetulan saat ini hasil panen alhamdulillah melimpah, bagus, cuma kendalanya daya beli masyarakat turun. Jadi harga yang tadinya Rp28 ribu sekarang turun menjadi Rp24 ribu," sambungnya.
Lihat Juga :