FAO dan Pemerintah Sinergi Cetak Petani Muda Indonesia
Selasa, 16 Januari 2024 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi di saat ini terjadi kondisi yang bertentangan dimana satu sisi pertumbuhan penduduk dunia semakin meningkat, namun pada sisi yang lain kondisi pertanian atau tanahnya menurun. Bahkan, terindentifikasi petani dihuni oleh orang-orang tua dengan alat-alat seadanya.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan inging memunculak petani modern dengan kerja sama ini.
“Kita ingin memunculkan cara bertani modern, smart farming, kepada pelaku (pertanian) anak muda dan pemahaman pertanian yang semakin luas bagi anak muda,” ujar Dedi.
“Harapannya tidak ada lagi pandangan (di kalangan) anak muda (bahwa) bertani itu kotor berlumpur dan tidak menghasilkan. Kita berikan pemahaman bertani itu punya area yang sangat luas, mulai dari riset, budidaya, pascapanen, sampai dengan rantai supply dan demand dipenuhi,” sambung Dedi.
TCP merupakan program smart farming kolaborasi dengan kwarnas (kepramukaan) dan lokasi di Cibubur, Buperta, dan Lampung dengan target anak muda sebanyak 100 sampai dengan 150 ribu orang.
Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan inging memunculak petani modern dengan kerja sama ini.
“Kita ingin memunculkan cara bertani modern, smart farming, kepada pelaku (pertanian) anak muda dan pemahaman pertanian yang semakin luas bagi anak muda,” ujar Dedi.
“Harapannya tidak ada lagi pandangan (di kalangan) anak muda (bahwa) bertani itu kotor berlumpur dan tidak menghasilkan. Kita berikan pemahaman bertani itu punya area yang sangat luas, mulai dari riset, budidaya, pascapanen, sampai dengan rantai supply dan demand dipenuhi,” sambung Dedi.
TCP merupakan program smart farming kolaborasi dengan kwarnas (kepramukaan) dan lokasi di Cibubur, Buperta, dan Lampung dengan target anak muda sebanyak 100 sampai dengan 150 ribu orang.
Lihat Juga :