Ganjar-Mahfud Komitmen Beri Insentif Nakes di Wilayah 3T hingga Bangun Industri Alkes di KEK

Selasa, 16 Januari 2024 - 21:32 WIB
loading...
Ganjar-Mahfud Komitmen...
TPN Ganjar-Mahfud berdiskusi pada forum Dialog Nasional Komunitas Profesi dan Asosiasi Kesehatan (Kompak) di Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2024). Foto: MPI/Achmad Al Fiqri
A A A
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia kesehatan. Hal itu terlihat dari komitmen pasangan nomor urut 3 bila menang dalam kontestasi Pilpres 2024.

Koordinator Dewan Pakar TPN Ganjar-Mahfud, dr Dripa Sjabana membeberkan sejumlah komitmen Ganjar-Mahfud untuk melindungi tenaga kesehatan sekaligus memajukan industri kesehatan dan farmasi. Salah satunya mendukung penelitian dan pengembangan Iptek kedokteran.

"Karena dengan Iptek yang tepat, dokter akan berkurang risikonya melakukan kesalahan, tenaga medis juga demikian, para pengobat tradisional juga demikian," ujar Dripa dalam forum Dialog Nasional Komunitas Profesi dan Asosiasi Kesehatan (Kompak) di Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2024).

Baca juga: Ganjar Pranowo Ingin Semua Desa Memiliki Faskes dan Nakes

Dengan mengembangkan Iptek di bidang kedokteran, kesehatan, dan farmasi, dia menilai segala pengobatan akan berbasis kaidah ilmiah.

"Jadi kita juga tetap harus punya kaidah ilmiah walaupun itu tentang pengobat tradisional tentu dengan tingkat yang kita sesuaikan," katanya.

Tak hanya itu, Ganjar-Mahfud juga berkomitmen memberi perlindungan dan keselamatan bagi tenaga kesehatan dan sektor pekerja lain.

"Perlindungan terhadap ancaman pekerjaan atau terjadi saat pekerjaan serta membuat jaring kesejahteraan sosial di antara pekerja. Hak-hak tenaga kesehatan dijamin, gaji cukup, hidup layak, sejahtera di semua daerah," ungkap Dripa.

"Pasti nanti bertanya, berapa naiknya dan sebagainya. Teknokrasinya tidak sesederhana itu tetapi sudah menjadi komitmen," sambungnya.

Selain itu, Ganjar-Mahfud berkomitmen mengembangkan industri alat kesehatan dan farmasi. Bahkan, pasangan yang diusung PDIP, PPP, Partai Perindo, dan Hanura ini memiliki rencana membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk klaster kesehatan dan farmasi.

"Kemandirian industri alat kesehatan farmasi. Akselerasi pembangunan industri alat kesehatan dan industri farmasi. Kemarin Pak Ganjar sudah sampaikan akan membangun klaster industri alkes dan farmasi di KEK," ujarnya.

"Kenapa harus khusus? Secara bisnis dan ekonomi akan terjadi efisiensi logistiki serta dukungan rantai pasok akan terjadi di sana," tambahnya.

Kemudian, Dripa membeberkan sejumlah komitmen lain Ganjar-Mahfud untuk tenaga kesehatan seperti memberi insentif bagi tenaga kesehatan di wilayah 3 T.

"Perlindungan hukum nakes dan tenaga medis di sini sangat diperlukan kerja sama. Konkretnya pendirian badan bantuan dan perlindungan hukum yang bekerja sama dengan organisasi profesi," ucapnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hinca Usulkan Maluku...
Hinca Usulkan Maluku Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Ganja Medis: Supaya Tidak Gelap, Ya Dibuat Terang
Mengurai Dampak Sosial...
Mengurai Dampak Sosial dan Lingkungan PSN Batang
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Minta Relawan Tak Terpancing...
Minta Relawan Tak Terpancing Isu Negatif, Gibran: Saya Sendiri Saja Tidak Pernah Menanggapi
Jelang Setahun Pemerintahan...
Jelang Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Wapres Temui Relawan Pendukung
KEK Industropolis Batang...
KEK Industropolis Batang Dorong Kemitraan Strategis Indonesia–Jepang Percepat Investasi High-Tech
Jadikan Bali Pusat Keuangan...
Jadikan Bali Pusat Keuangan Internasional, Purbaya Tawarkan Pajak 0 Persen
Halal Industrial Park...
Halal Industrial Park Sidoarjo Diproyeksi Jadi Industri Halal Skala Global
Rekomendasi
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Berita Terkini
Divonis 10 Tahun Penjara,...
Divonis 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Ajukan Banding
Polda Metro Bakal Limpahkan...
Polda Metro Bakal Limpahkan Kurnia Tri Royani, Rustam Effendi, dan Rizal Fadillah ke Kejati DKI
Nasaruddin Umar Usul...
Nasaruddin Umar Usul 18.000 Guru Agama Honorer Diprioritaskan Diangkat ASN
Dipercaya 23,3 Juta...
Dipercaya 23,3 Juta Pelaku Usaha Ultra Mikro, PNM Ungkap Pentingnya Integritas
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Infografis
Australia Bangun Pembangkit...
Australia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved