Mahfud MD Tegaskan Penegakan Hukum Indonesia Harus Konsisten

Senin, 15 Januari 2024 - 19:13 WIB
loading...
Mahfud MD Tegaskan Penegakan...
Cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, mengungkapkan pentingnya penegakkan hukum yang konsisten. Foto/MPI/muhamad fadli ramadhani
A A A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengungkapkan pentingnya penegakkan hukum yang konsisten. Hal itu penting untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dikatakan Mahfud saat menghadiri pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu pengajian, dan guru se-Kabupaten Langkat, Senin (15/1/2024).

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menegaskan pasangan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Cawapres Mahfud MD, fokus pada penegakkan hukum. Menurutnya, hal itu perlu dilakukan untuk menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Mahfud MD Janjikan Ketegasan Jika Terpilih Jadi Wakil Presiden

"Ganjar-Mahfud itu melihat bahwa yang paling penting di Indonesia saat ini adalah penegakkan hukum dan keadilan. Mau membangun kesejahteraan, ekonomi masyarakat, pendidikan, kelautan, semuanya, kalau hukum ditegakkan dengan benar, maka semuanya akan berjalan baik," katanya.

Mahfud mengungkapkan penegakkan hukum ada dua, yakni ofensif dan defensif. Itu bisa diterapkan di Indonesia tergantung dari kasus yang sedang ditangani. "Oleh sebab itu, kita jadikan penegakkan hukum itu sebagai sarana membangun kesejahteraan rakyat. Maka penegakkan hukum itu ada dua. satu, ofensif, keras. yang kedua defensif, melindungi," ujarnya.

Baca juga: Hadapi Debat Kedua Cawapres, Mahfud MD Ngaku Tak Pakai Strategi Khusus

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengakui pelanggaran hukum terjadi ke atas, di kalangan pejabat KKN, oligarki, pengusaha, itu berkolusi untuk melakukan perampasan atas hak-hak rakyat. Oleh sebab itu, dibutuhkan ketegasan dalam mengatasinya sehingga menggunakan cara ofensif.

"Rakyat kecil, kita berikan perlindungan, defensif. Nggak boleh tanah rakyat dirampas, tanah adat dirampas. Ketika rakyat melapor diusir, katanya tanahnya sudah dimiliki orang lain, padahal dia tidak pernah jual. Ini laporan yang banyak masuk dan tidak ada yang membela rakyat seperti ini. Oleh sebab itu, yang di atas yang suka melakukan korupsi itu kita sikat dengan ofensif, yang di bawah kita lindungi dengan defensif, kita berikan perlindungan hukum," katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Sahroni: Dengan UU Polri...
Sahroni: Dengan UU Polri Baru, Transparansi Penegakan Hukum Akan Lebih Meningkat
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Atasi Kebocoran Data...
Atasi Kebocoran Data Ekspor, Mahfud MD Dorong Penguatan PT DSI
Polda Metro Jaya Tak...
Polda Metro Jaya Tak Bawa Seluruh Bukti di Sidang Praperadilan, TAUD: Hambat Penegakan Hukum
Komdigi Dorong Sinkronisasi...
Komdigi Dorong Sinkronisasi Penegakan Hukum Ruang Digital
Rekomendasi
Kemendagri Dorong Percepatan...
Kemendagri Dorong Percepatan Penataan dan Registrasi Posyandu
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved