Safari Politik di Purbalingga, Ganjar Bahas Pupuk Langka hingga Beras Mahal
Senin, 15 Januari 2024 - 13:47 WIB
loading...
Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo melakukan safari politik di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (15/1/2024). Foto: MPI/Maulana Yusuf
A
A
A
PURBALINGGA - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo melakukan safari politik di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (15/1/2024). Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengawali aktivitasnya dengan menyapa relawan dan pendukungnya di depan Hotel Owabong, Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.
Setelah itu, Ganjar menghadiri pertemuan dengan kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Ruang Indragiri, Hotel Owabong.
Ganjar berbicara banyak tentang permasalahan yang ada di Indonesia di antaranya masalah yang dialami petani dan konsumen produk pertanian.
Baca juga: Hari Ini Ganjar Safari Politik ke Purbalingga, Banjarnegara, dan Nginap di Rumah Warga
Berdasarkan data dan kunjungan Ganjar ke berbagai daerah, pupuk langka dan beras mahal menjadi isu utama bagi produsen maupun konsumen pertanian.
"Dua isu utama yang selalu terkait dengan petani dan konsumen produk pertanian. Saya sudah keliling Indonesia, bertemu dan problemnya sama," ujar Ganjar.
"Pertama, pupuk langka dan akhirnya mahal. Berkali-kali. Ternyata direspons juga. Isu kedua adalah beras mahal. Saya tanya di pasar itu yang saya temui rata-rata Rp13 ribu-Rp14 ribu, berarti betul kenapa saya berani ngomong gini karena saya berkeliling tiap hari memantau harga jadi bawa data biar benar," katanya.
Setelah itu, Ganjar menghadiri pertemuan dengan kelompok tani, pelaku UMKM, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda di Ruang Indragiri, Hotel Owabong.
Ganjar berbicara banyak tentang permasalahan yang ada di Indonesia di antaranya masalah yang dialami petani dan konsumen produk pertanian.
Baca juga: Hari Ini Ganjar Safari Politik ke Purbalingga, Banjarnegara, dan Nginap di Rumah Warga
Berdasarkan data dan kunjungan Ganjar ke berbagai daerah, pupuk langka dan beras mahal menjadi isu utama bagi produsen maupun konsumen pertanian.
"Dua isu utama yang selalu terkait dengan petani dan konsumen produk pertanian. Saya sudah keliling Indonesia, bertemu dan problemnya sama," ujar Ganjar.
"Pertama, pupuk langka dan akhirnya mahal. Berkali-kali. Ternyata direspons juga. Isu kedua adalah beras mahal. Saya tanya di pasar itu yang saya temui rata-rata Rp13 ribu-Rp14 ribu, berarti betul kenapa saya berani ngomong gini karena saya berkeliling tiap hari memantau harga jadi bawa data biar benar," katanya.
Lihat Juga :