Aliansi Mahasiswa Desak Bawaslu Usut Dugaan DPT Fiktif di Malaysia
Kamis, 11 Januari 2024 - 21:09 WIB
loading...
Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Fadel Fatsey mendesak agar penyelenggara pemilu segera melakukan investigasi dan menindak kecurigaan sekitar 400 ribu DPT siluman tercatat dari Malaysia. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Munculnya isu terkait kesulitan Warga Negara Indonesia (WNI) mendaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum(Pemilu) 2024 di Malaysia terus menuai polemik. Setidaknya, diduga terdapat sekitar 400 ribu DPT siluman tercatat dari Malaysia.
Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Fadel Fatsey mendesak agar penyelenggara pemilu segera melakukan investigasi dan menindak kecurigaan tersebut.
Baca juga: Pernyataan Tegas Mahfud MD soal WNI di Kuala Lumpur Tak Masuk DPT: Laporkan!
Menurutnya, pemilu yang tinggal menghitung hari ini tidak boleh diwarnai kecurangan karena merupakan pesta demokrasi terbesar bagi Indonesia. Para pendemo pun tetap bertahan di depan Gedung Bawaslu meski hujan deras turun.
"Sangat disayangkan muncul dugaan kasus-kasus DPT fiktif beberapa hari jelang pemilu yang sudah di depan mata ini. Tentunya harus ada pihak yang bertanggung jawab dan mengambil tindakan tegas apabila ada kecurangan," ujar Fadel kepada wartawan dalam, Selasa (9/11/2023).
Menurutnya, pekerja migran hingga diaspora yang berada di luar negeri juga memiliki hak konstitusi yang sama sebagai WNI.
"Mereka yang ada di luar negeri juga WNI. Punya hak konstitusi yang sama untuk memilih ataupun dipilih. Dalam hal ini, kalau adanya kecurangan ini membuat mereka kehilangan hak tersebut, tentunya akan jadi catatan buruk bagi pemilu kita," jelasnya.
Ketua Aliansi Mahasiswa Peduli Pemilu Fadel Fatsey mendesak agar penyelenggara pemilu segera melakukan investigasi dan menindak kecurigaan tersebut.
Baca juga: Pernyataan Tegas Mahfud MD soal WNI di Kuala Lumpur Tak Masuk DPT: Laporkan!
Menurutnya, pemilu yang tinggal menghitung hari ini tidak boleh diwarnai kecurangan karena merupakan pesta demokrasi terbesar bagi Indonesia. Para pendemo pun tetap bertahan di depan Gedung Bawaslu meski hujan deras turun.
"Sangat disayangkan muncul dugaan kasus-kasus DPT fiktif beberapa hari jelang pemilu yang sudah di depan mata ini. Tentunya harus ada pihak yang bertanggung jawab dan mengambil tindakan tegas apabila ada kecurangan," ujar Fadel kepada wartawan dalam, Selasa (9/11/2023).
Menurutnya, pekerja migran hingga diaspora yang berada di luar negeri juga memiliki hak konstitusi yang sama sebagai WNI.
"Mereka yang ada di luar negeri juga WNI. Punya hak konstitusi yang sama untuk memilih ataupun dipilih. Dalam hal ini, kalau adanya kecurangan ini membuat mereka kehilangan hak tersebut, tentunya akan jadi catatan buruk bagi pemilu kita," jelasnya.
Lihat Juga :