Tampil Impresif di Debat Ketiga Lambungkan Daya Tarik Ganjar-Mahfud
Kamis, 11 Januari 2024 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
Kendati demikian, Surokim menegaskan kerumitan situasi saat ini yang memengaruhi elektabilitas capres-cawapres. "Tapi harus diakui situasi memang kompleks dan cenderung rumit karena banyaknya faktor yang memengaruhi elektabilitas saat ini ada faktor makro dan mikro yang berkelindan bersangkutan dan kadang saling interplay," ungkapnya.
Surokim menerangkan elektabilitas Ganjar-Mahfud bisa rebound jika faktor mikro dan makro bisa didapat. "Jika kedua faktor itu bisa didapat maka potensi untuk bisa rebound sangat mungkin terjadi. Belum lagi faktor-faktor non teknis yang juga bisa memengaruhi situasi menjadi tidak normal," jelasnya.
Sementara itu, Dosen Komunikasi Politik Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Silvanus Alvin menyoroti aksi interaktif para kandidat capres-cawapres di media sosial dengan warganet, salah satunya yakni Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD.
Tidak bisa dipungkiri, media sosial adalah lahan baru dalam menggaet pemilih yang kemudian memberikan suaranya di hari pemilihan nanti. “Prosesnya pertamanya adalah media sosial menjadi lahan untuk membangun narasi serta citra positif karena media sosial berbeda sekali arsitekturnya dengan media pers,” kata Alvin.
Media sosial memberikan ruang yang luas untuk menyampaikan pesan-pesan politik, termasuk program-program yang pro rakyat. Penonton atau pemirsa sosial media menyerap informasi tersebut Lebih luas.
“Namun, tiap medsos juga ada karakter user-nya. Misal TikTok yang sedang laris manis memang sebagian besar digunakan Gen-Z dan milenial. Facebook rata-rata para boomers. Instagram lebih mayoritas pada milenial dan sebagain Gen-z,” jelas Alvin.
Surokim menerangkan elektabilitas Ganjar-Mahfud bisa rebound jika faktor mikro dan makro bisa didapat. "Jika kedua faktor itu bisa didapat maka potensi untuk bisa rebound sangat mungkin terjadi. Belum lagi faktor-faktor non teknis yang juga bisa memengaruhi situasi menjadi tidak normal," jelasnya.
Sementara itu, Dosen Komunikasi Politik Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Silvanus Alvin menyoroti aksi interaktif para kandidat capres-cawapres di media sosial dengan warganet, salah satunya yakni Cawapres Nomor Urut 3 Mahfud MD.
Tidak bisa dipungkiri, media sosial adalah lahan baru dalam menggaet pemilih yang kemudian memberikan suaranya di hari pemilihan nanti. “Prosesnya pertamanya adalah media sosial menjadi lahan untuk membangun narasi serta citra positif karena media sosial berbeda sekali arsitekturnya dengan media pers,” kata Alvin.
Media sosial memberikan ruang yang luas untuk menyampaikan pesan-pesan politik, termasuk program-program yang pro rakyat. Penonton atau pemirsa sosial media menyerap informasi tersebut Lebih luas.
“Namun, tiap medsos juga ada karakter user-nya. Misal TikTok yang sedang laris manis memang sebagian besar digunakan Gen-Z dan milenial. Facebook rata-rata para boomers. Instagram lebih mayoritas pada milenial dan sebagain Gen-z,” jelas Alvin.
Lihat Juga :