PKS dan Serikat Buruh Berikan Rapor Merah untuk Jokowi Terkait Ketenagakerjaan
Minggu, 07 Januari 2024 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Indra mengajak rakyat Indonesia untuk menggunakan hak pilihnya untuk mewujudkan perubahan. Memilih capres yang punya rekam jejak berpihak kepada buruh dan partai yang konsisten menjadi pembela buruh di parlemen.
Baca juga: Ganjar: Evaluasi UU Omnibus Law Jadi Prioritas karena Tak Berpihak pada Buruh
Arif Minardi menambahkan, jika capaian kebijakan Jokowi untuk Buruh masih jauh dari harapan. "Jadi menurut saya sudah sangat parah. Harusnya kita menggelari Bapak Upah Murah," ungkap Ketua FSP LEM Arif Minardi
Ketua Umum SPN Djoko Heriyono pun mengungkapkan tentang pemerintahan Jokowi yang tidak memperhatikan hak dan melindungi 55 juta buruh dan keluarganya selama 10 tahun memimpin. "Maka saya berani membuat pernyataan bahwa selama 10 tahun, yang sekarang tinggal 7 bulan lagi, itu rapornya merah," ujarnya.
Co-captain Timnas AMIN yang juga aktif sebagai Ketua KSPSI Jumhur Hidayat pun memberikan rapor merah dengan menyoroti turunnya industri dan banyaknya hukum pro oligarki yang dikeluarkan pemerintah. Oleh karenanya, ia pun mengajak untuk memilih pasangan capres-cawapres yang mengusung perubahan, yaitu Anies-Muhaimin.
Baca juga: Ganjar: Evaluasi UU Omnibus Law Jadi Prioritas karena Tak Berpihak pada Buruh
Arif Minardi menambahkan, jika capaian kebijakan Jokowi untuk Buruh masih jauh dari harapan. "Jadi menurut saya sudah sangat parah. Harusnya kita menggelari Bapak Upah Murah," ungkap Ketua FSP LEM Arif Minardi
Ketua Umum SPN Djoko Heriyono pun mengungkapkan tentang pemerintahan Jokowi yang tidak memperhatikan hak dan melindungi 55 juta buruh dan keluarganya selama 10 tahun memimpin. "Maka saya berani membuat pernyataan bahwa selama 10 tahun, yang sekarang tinggal 7 bulan lagi, itu rapornya merah," ujarnya.
Co-captain Timnas AMIN yang juga aktif sebagai Ketua KSPSI Jumhur Hidayat pun memberikan rapor merah dengan menyoroti turunnya industri dan banyaknya hukum pro oligarki yang dikeluarkan pemerintah. Oleh karenanya, ia pun mengajak untuk memilih pasangan capres-cawapres yang mengusung perubahan, yaitu Anies-Muhaimin.
(cip)
Lihat Juga :