Lima Arah Kebijakan Luar Negeri Ganjar-Mahfud
Sabtu, 06 Januari 2024 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Kebijakan yang keempat, Ganjar ingin menjadikan Indonesia sebagai "safe haven" industrialisasi. Menurut Ganjar, perang dagang antara AS dan Tiongkok telah mengganggu rantai pasok dan membuat investor khawatir. Indonesia harus menyambut peluang dan menjadi hub alternatif. "Di sinilah peran diplomat dibutuhkan," ujarnya.
Penyiapan sumber daya manusia juga penting. Sekolah-sekolah vokasi disiapkan untuk menyambut lapangan kerja yang baru. "Ini yang saya lakukan di Jawa Tengah dengan membangun sekolah vokasi," kata Ganjar.
Sedangkan kebijakan kelima, Ganjar berkomitmen melindungi WNI di luar negeri. Sejauh ini ada 18.820 kasus perlindungan WNI di luar negeri. Ganjar mengatakan, Indonesia akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mencegah terjadinya kejahatan dan diskriminasi terhadap WNI.
Selain itu persoalan diaspora, sebanyak 60% diaspora ingin kembali ke Indonesia. Masalahnya, menurut Ganjar, di Indonesia belum banyak tersedia karier untuk menampung keahlian mereka. "Ini yang harus kita pecahkan, libatkan mereka dalam riset dan inovasi," katanya.
Ganjar juga mengatakan perlunya peraturan visa yang resiprokal. Menurut Henley Passport Index, ada 76 negara yang membebaskan visa atau hanya membutuhkan Visa on Arrival atau eTA (Electronic Travel Authority) untuk turis asal Indonesia. "Targetnya Indonesia bisa bebas visa di 120 negara," katanya.
Capres Ganjar berkeyakinan melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat membangun kemandirian, keberlanjutan, dan kepentingan nasional yang lebih kuat di tingkat global. Ia menekankan pentingnya diplomasi yang berkelanjutan dan peran diplomat yang lebih aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah bilateral dan multilateral demi kepentingan bersama.
Penyiapan sumber daya manusia juga penting. Sekolah-sekolah vokasi disiapkan untuk menyambut lapangan kerja yang baru. "Ini yang saya lakukan di Jawa Tengah dengan membangun sekolah vokasi," kata Ganjar.
Sedangkan kebijakan kelima, Ganjar berkomitmen melindungi WNI di luar negeri. Sejauh ini ada 18.820 kasus perlindungan WNI di luar negeri. Ganjar mengatakan, Indonesia akan meningkatkan kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mencegah terjadinya kejahatan dan diskriminasi terhadap WNI.
Selain itu persoalan diaspora, sebanyak 60% diaspora ingin kembali ke Indonesia. Masalahnya, menurut Ganjar, di Indonesia belum banyak tersedia karier untuk menampung keahlian mereka. "Ini yang harus kita pecahkan, libatkan mereka dalam riset dan inovasi," katanya.
Ganjar juga mengatakan perlunya peraturan visa yang resiprokal. Menurut Henley Passport Index, ada 76 negara yang membebaskan visa atau hanya membutuhkan Visa on Arrival atau eTA (Electronic Travel Authority) untuk turis asal Indonesia. "Targetnya Indonesia bisa bebas visa di 120 negara," katanya.
Capres Ganjar berkeyakinan melalui langkah-langkah tersebut, Indonesia dapat membangun kemandirian, keberlanjutan, dan kepentingan nasional yang lebih kuat di tingkat global. Ia menekankan pentingnya diplomasi yang berkelanjutan dan peran diplomat yang lebih aktif dalam menyelesaikan masalah-masalah bilateral dan multilateral demi kepentingan bersama.
(abd)
Lihat Juga :