Perang Rusia-Ukraina Jadi Penyebab Pupuk Langka, Ganjar Dorong Produksi secara Mandiri

Kamis, 04 Januari 2024 - 13:45 WIB
loading...
Perang Rusia-Ukraina...
Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo mendorong produksi pupuk secara mandiri untuk mengatasi kelangkaan pupuk. Foto/MPI/
A A A
BLORA - Calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo menyebut, kelangkaan pupuk akibat adanya perang antara Rusia-Ukraina sebagai produsen bahan baku pupuk tidak bisa dijadikan alasan. Menurutnya ada sumber bahan pupuk dari negara lain.

"Ada sumber bahan pupuk yang dari negara lain kok," kata Ganjar setelah menemui para petani di Dusun Bladeg, Desa Kutukan, Blora, Jawa Tengah, Kamis (4/1/2024).

Diketahui perang Rusia-Ukraina membuat harga bahan baku pupuk seperti gas alam, melambung. Terlebih, Rusia salah satu pemain gas alam dan produsen utama pupuk beragam jenis dunia. Imbasnya, banyak negara produsen pupuk membatasi ekspor untuk mengamankan konsumsi dalam negerinya.

Baca juga: Di Hadapan Ribuan Petani Blora, Ganjar Ungkap Solusi Atasi Masalah Pupuk Subsidi

Meski begitu, Ganjar tak ingin Indonesia bergantung atas bahan baku pupuk dari negara lain dan berharap Indonesia bisa memproduksi pupuk secara mandiri dengan menggunakan sumber daya yang ada.

Baca juga: Serap Aspirasi di Desa Kutukan Blora, Ganjar Tabur Pupuk Bersama Petani

"Kalau intinya kan beberapa materinya adalah gas, maka sumber-sumber gas yang ada di Indonesia ini bisa kita prioritaskan untuk pupuk itu. Beberapa yang lain kan kita bisa, dalam hubungan dagang luar negeri kita, mengajak partnership dengan mereka, mutual kegiatannya, dan kemudian kita bisa menggunakan pola-pola kerja sama untuk bersama-sama," jelasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Pemilu 2029 Masih Jauh,...
Pemilu 2029 Masih Jauh, PDIP: Jangan Setiap Hari Bicara Elektoral
Ganjar Ungkap Agenda...
Ganjar Ungkap Agenda Rakernas I PDIP di Ancol, Sistem Pilkada hingga Keluhan Masyarakat
Bupati Ponorogo Sugiri...
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Ini Respons PDIP
KPU Tepis Tudingan Roy...
KPU Tepis Tudingan Roy Suryo Selundupkan Aturan Soal Ijazah untuk Loloskan Gibran
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Polda Metro Jaya Selidiki...
Polda Metro Jaya Selidiki Meninggalnya Sutrimo di Kebayoran Baru, Ada Apa?
Berita Terkini
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
30 Tahun Kudatuli, PDIP...
30 Tahun Kudatuli, PDIP Pentaskan Ulang Tragedi Berdarah Penyerbuan Kantor PDI
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved