Tingkat Kepuasan terhadap Presiden Jokowi Menurun, Akibat Pencawapresan Gibran?

Selasa, 02 Januari 2024 - 19:47 WIB
loading...
Tingkat Kepuasan terhadap...
Presiden Jokowi memanfaatkan momen malam tahun baru 2024 untuk pulang ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Kepala Negara menyempatkan menyapa masyarakat. Foto/Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
A A A
JAKARTA - Indonesia Politics Expert (IPE) merilis hasil survei mengenai tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo ( Jokowi ). Hasilnya, masyarakat kurang puas dengan kinerja presiden belakangan ini.

Direktur Survei dan Data IPE Agustanto Suprayoghi mengatakan, selain terhadap presiden, tingkat kepuasan juga menurun pada lembaga negara lainnya. Berdasarkan hasil survei tingkat kepuasan terhadap presiden menurun dari survei pertama diangka 69,34%, lalu 67,92% dan terakhir menurun di angka 64,35%.

"Hasil dari survei yang menunjukkan penurunan kepuasan masyarakat atau responden kami terhadap kinerja presiden dan lembaga negara itu menunjukkan bahwa masyarakat sadar memang negara ini tidak baik-baik saja," kata Agustanto dalam keterangannya pada rilis survei tersebut.



Agustanto menjelaskan, beberapa alasan masyarakat yang merasa kurang puas dengan kinerja Presiden Jokowi belakangan ini. Salah satunya terkait pencalonan anaknya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden (cawapres).

"Pertama ternyata kasus pencalonan Gibran itu masih menjadi catatan penting bagi sebagian besar responden. Dan ini memang cacat presiden kita yang memang sudah tidak bisa ditutupi lagi," kata Agustanto.

"Yang kedua Presiden dianggap telah memobilisasi alat-alat negara sehingga pemilu akan tidak berlangsung secara jurdil," sambungnya.

Alasan lainnya, kata Agustanto, masyarakat menilai Presiden Jokowi saat ini tidak sama dengan yang dahulu mereka kenal. Menurut masyarakat, presiden tidak konsisten dalam memberikan statement.

Baca juga: Sekjen PDIP: Yang Bisa Blusukan Hanya Pak Ganjar dan Pak Jokowi

"Responden beranggapan Presiden Jokowi sekarang bukan Jokowi yang dulu. Hal ini dikarenakan ketidakkonsistenan presiden yang memberikan statemen dari waktu ke waktu, seperti statemen presiden yang menyatakan anaknya tidak akan mencalonkan diri menjadi wapres, tetapi ternyata mencalonkan dan sebagainya," kata Agustanto.

Selain itu, lanjut Agustanto, masyarakat menilai saat ini Presiden Jokowi terlalu percaya diri yang dianggap terlalu berlebihan.

"Untuk terakhir nah ini masyarakat melihat melalui sosial media bahwa Presiden terlampau over confidence dengan posisinya sehingga terkesan lebay," kata Agustanto.

"Jadi hal-hal seperti ini ditangkap oleh masyarakat di level desa artinya apa sekali lagi masyarakat kita bukan masyarakat bodoh, masyarakat kita sudah masyarakat yang memang sudah tahu yang baik dan mana yang buruk," tandasnya.

Survei IPE dilaksanakan pada rentang waktu periode Agustus 2023 hingga Januari 2024. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Teknik pengambilan sampel/responden dilakukan dengan metode random purposive, mulai dari pemilihan kecamatan, hingga responden di satuan KK (5KK per lokus desa tersampling.

Kriteria responden yakni warga negara Indonesia yang telah mempunyai hak pilih, terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), berusia 17 tahun dan telah menikah. Jumlah responden 2400 responden, sampling error 2,83% dengan tingkat kepercayaan 95%. Uji validitas dan kontrol sebesar 20% dari responden dengan metode withness dan spot check.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
Mahasiswa UBK Desak...
Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Gibran Ajak Mahasiswa...
Gibran Ajak Mahasiswa Kunker ke Ende hingga Papua
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Rismon Sianipar Dilaporkan...
Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game
Rekomendasi
Maroko Ciptakan Sejarah...
Maroko Ciptakan Sejarah Baru di Piala Dunia 2026
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Berita Terkini
Mantan Menpora Dito...
Mantan Menpora Dito Ariotedjo Kembali Diperiksa KPK Jadi Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Delpedro Marhaen Hadiri...
Delpedro Marhaen Hadiri Sidang Vonis Nadiem Makarim
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes Merah Putih
Nadiem Makarim Menangis...
Nadiem Makarim Menangis hingga Beri Tanda Tangan ke Mitra Go Jek saat Tiba di PN Tipikor
Infografis
Delcy Rodriguez, Presiden...
Delcy Rodriguez, Presiden Sementara Venezuela yang Dijuluki Harimau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved