Takut Mati, Jenderal Kopassus Ini Tinggalkan Satu Peti Uang Rampasan di Daerah Operasi
Minggu, 31 Desember 2023 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Informasi dari intelijen, bandara tersebut dijaga oleh 800 tentara PRRI. Sebuah misi yang berat, karena pasukan Benny akan diterjunkan tepat di lokasi sekitar bandara. Risikonya, mereka akan diberondong oleh pasukan pemberontak dari bawah ketika penerjunan berlangsung. Namun, ternyata pasukan RPKAD berhasil mendarat dengan mulus.
Tidak ada serangan sama sekali dari tentara PRRI. Justru pemberontak terkejut, karena pasukan RPKAD sudah berada di sekitar bandara. Begitu tahu yang datang adalah pasukan elite para komando, sebagian besar tentara PRRI melarikan diri. Dalam waktu relatif singkat, bandara berhasil dikuasai sehingga pesawat TNI AU bisa mendarat.
Tentara PRRI yang melarikan diri tidak sempat membereskan peralatan dan logistik. Mereka meninggalkan begitu saja peralatan tempur dan logistiknya. Padahal jumlah dan jenis perlengkapan yang masih ada di bandara tersebut banyak dan modern.
Banyak peralatan modern dan canggih yang mungkin baru mereka terima dari luar negeri. Anggota RPKAD cukup kaget dengan perlengkapan tersebut. Informasi yang beredar saat itu, PRRI mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat. Bahkan sebagian peralatan tempur itu, belum dimiliki oleh RPKAD.
Sebagian besar anggota pasukan Benny, baru mendengar jenis peralatan tersebut dan hanya pernah melihat gambarnya saja. Selain peralatan tempur dan logistik perang, pasukan PRRI juga meninggalkan semua barang lainnya di bandara. Barang-barang tersebut masih terbungkus rapi dalam sejumlah peti.
Sahabat Benny, yaitu Letda Dading Kalbuadi bahkan menemukan setumpuk uang yang tersimpan dalam sebuah peti. Dading yang kelak kemudian menjadi Kasum ABRI kaget bukan kepalang ketika melihat uang yang melimpah tersebut.
"Wah duit, Ben! Uang, bagaimana ini?" kata Dading kepada Benny, dikutip SINDOnews, Minggu (31/12/2023).
Tidak ada serangan sama sekali dari tentara PRRI. Justru pemberontak terkejut, karena pasukan RPKAD sudah berada di sekitar bandara. Begitu tahu yang datang adalah pasukan elite para komando, sebagian besar tentara PRRI melarikan diri. Dalam waktu relatif singkat, bandara berhasil dikuasai sehingga pesawat TNI AU bisa mendarat.
Tentara PRRI yang melarikan diri tidak sempat membereskan peralatan dan logistik. Mereka meninggalkan begitu saja peralatan tempur dan logistiknya. Padahal jumlah dan jenis perlengkapan yang masih ada di bandara tersebut banyak dan modern.
Banyak peralatan modern dan canggih yang mungkin baru mereka terima dari luar negeri. Anggota RPKAD cukup kaget dengan perlengkapan tersebut. Informasi yang beredar saat itu, PRRI mendapatkan bantuan dari Amerika Serikat. Bahkan sebagian peralatan tempur itu, belum dimiliki oleh RPKAD.
Sebagian besar anggota pasukan Benny, baru mendengar jenis peralatan tersebut dan hanya pernah melihat gambarnya saja. Selain peralatan tempur dan logistik perang, pasukan PRRI juga meninggalkan semua barang lainnya di bandara. Barang-barang tersebut masih terbungkus rapi dalam sejumlah peti.
Sahabat Benny, yaitu Letda Dading Kalbuadi bahkan menemukan setumpuk uang yang tersimpan dalam sebuah peti. Dading yang kelak kemudian menjadi Kasum ABRI kaget bukan kepalang ketika melihat uang yang melimpah tersebut.
"Wah duit, Ben! Uang, bagaimana ini?" kata Dading kepada Benny, dikutip SINDOnews, Minggu (31/12/2023).
Lihat Juga :