Narasi Pilpres Satu Putaran Dinilai Pembajakan terhadap Demokrasi
Sabtu, 30 Desember 2023 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kaitan dengan narasi tersebut kami melihat bahwa narasi itu sangat berbenturan dengan semangat dan juga proses demokrasi sendiri yaitu dari, oleh, dan untuk rakyat," katanya.
Fenomena hari ini, kata Afit, rakyat dihadapkan pada pertarungan narasi antar tim pemenangan pasangan calon. Namun, dia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan menghormati aturan yang sudah ada.
"Kaitannya dengan narasi satu putaran, harusnya aktor-aktor politik kita itu bertindak lebih bijak dalam melemparkan isu-isu yang kemudian cenderung memperkeruh suasana dalam pemilu kita," jelas Afit.
Pesta demokrasi harus dijalankan dengan prinsip-prinsip yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Peran rakyat, semangat demokrasi, tidak boleh dinafikan oleh kepentingan sekelompok orang.
"Dimana proses dan juga berlingkaran demokrasi sendiri harusnya dikembalikan, diselenggarakan oleh rakyat. Bukan kemudian aktor politik yang menentukan proses tersebut," papar Afit.
Fenomena hari ini, kata Afit, rakyat dihadapkan pada pertarungan narasi antar tim pemenangan pasangan calon. Namun, dia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan menghormati aturan yang sudah ada.
"Kaitannya dengan narasi satu putaran, harusnya aktor-aktor politik kita itu bertindak lebih bijak dalam melemparkan isu-isu yang kemudian cenderung memperkeruh suasana dalam pemilu kita," jelas Afit.
Pesta demokrasi harus dijalankan dengan prinsip-prinsip yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber Jurdil). Peran rakyat, semangat demokrasi, tidak boleh dinafikan oleh kepentingan sekelompok orang.
"Dimana proses dan juga berlingkaran demokrasi sendiri harusnya dikembalikan, diselenggarakan oleh rakyat. Bukan kemudian aktor politik yang menentukan proses tersebut," papar Afit.
Lihat Juga :