Pemberdayaan Perempuan Harus Jadi Perhatian Serius di Pilpres 2024
Rabu, 27 Desember 2023 - 22:35 WIB
loading...
Aktivis Perempuan melihat persoalan perempuan belum menjadi priorotas utama para pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu dan Pilpres 2024. Foto/SINDOnews/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Aktivis Perempuan melihat persoalan perempuan belum menjadi priorotas utama para pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) di Pemilu dan Pilpres 2024 .
“Padahal itu persoalan perempuan masih menjadi agenda besar, PR kita ke depan, baik dari segi aspek satu representasi perempuan, kedua kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, pemenuhan hak dasar perempuan,” ujar Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah kepada wartawan, Rabu (27/12/2023).Baca juga: Partai Perindo: Ganjar-Mahfud Prioritaskan Program Kesejahteraan Perempuan dan Anak
Melihat dua debat yang sudah berlangsung, kata Anis, isu HAM dan ekonomi yang notabene dekat dengan perempuan tidak menjadi fokus pada capres dan cawapres.
“Dari dua debat yang berlangsung, isu perempuan sangat sedikit sekali diangkat, padahal di isu HAM tentu itu sangat dekat dengan isu perempuan yang kedua dalam debat terkait ekonomi, sangat dekat dengan perempuan, tetapi semua kandidat tidak mengangkat isu perempuan sebagai isu substansial yang itu merupakan salah satu persoalan penting bangsa ini,” jelas Anis.
Dia mencontohkan soal isu stunting daripada hanya berkutat dengan program makan siang gratis, seharusnya para paslon memperhatikan kesejahteraan perempuan.
“Ketika bicara stunting di dua debat itu sesungguhnya tidak membicarakan perempuan, hanya bicara teknis makan siang. Padahal secara substantif persoalan stunting, HAM, persoalan perempuan, itu berasal dari kesehatan ibu yang hamil dimana gizinya tidak terpenuhi sehingga menyebabkan stunting,” terang pendiri Migran Care ini.
“Padahal itu persoalan perempuan masih menjadi agenda besar, PR kita ke depan, baik dari segi aspek satu representasi perempuan, kedua kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, pemenuhan hak dasar perempuan,” ujar Komisioner Komnas HAM Anis Hidayah kepada wartawan, Rabu (27/12/2023).Baca juga: Partai Perindo: Ganjar-Mahfud Prioritaskan Program Kesejahteraan Perempuan dan Anak
Melihat dua debat yang sudah berlangsung, kata Anis, isu HAM dan ekonomi yang notabene dekat dengan perempuan tidak menjadi fokus pada capres dan cawapres.
“Dari dua debat yang berlangsung, isu perempuan sangat sedikit sekali diangkat, padahal di isu HAM tentu itu sangat dekat dengan isu perempuan yang kedua dalam debat terkait ekonomi, sangat dekat dengan perempuan, tetapi semua kandidat tidak mengangkat isu perempuan sebagai isu substansial yang itu merupakan salah satu persoalan penting bangsa ini,” jelas Anis.
Dia mencontohkan soal isu stunting daripada hanya berkutat dengan program makan siang gratis, seharusnya para paslon memperhatikan kesejahteraan perempuan.
“Ketika bicara stunting di dua debat itu sesungguhnya tidak membicarakan perempuan, hanya bicara teknis makan siang. Padahal secara substantif persoalan stunting, HAM, persoalan perempuan, itu berasal dari kesehatan ibu yang hamil dimana gizinya tidak terpenuhi sehingga menyebabkan stunting,” terang pendiri Migran Care ini.
Lihat Juga :