Kemenag dan Diplomasi Perdamaian Global
Selasa, 26 Desember 2023 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Meminjam istilah Gus Ulil Absar Abdallah, KMBAAA bisa menjadi ruang bagi Kemenag untuk memainkan peran "soft diplomacy" dalam mewujudkan perdamaian global. Dengan berbekal sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Kemenag bisa memainkan peran yang lebih luas dalam mewujudkan diplomasi perdamaian global.
KMBAAA yang pertama kali dihelat oleh Kemenag ini tentu menjadi sorotan dunia global, apalagi lokus perhelatannya persis sama dengan momentum historis Konferensi Asia Afrika 1955 yang diiniasiasi oleh Presiden Sukarno. Sebuah konferensi yang sarat dengan simbol “perlawanan” terhadap dominasi dunia Barat yang hegemonik terhadap negara-negara dunia ketiga.
Spirit perlawanan inilah yang akan direplikasi oleh Kemenag bersama PBNU untuk menciptakan perdamaian yang berkeadilan pada negara-negara yang dilanda konflik. Kepedulian Kemenag ini terhadap perdamaian dunia global ini tentu harus diapresiasi secara mendalam bagi setiap elemen bangsa.
Dengan mengambil tema “Religion for Humanity”, KMBAAA ini ingin menegaskan bahwa misi utama agama adalah mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan. Perang yang terjadi di Ukraina dan konflik "abadi" di Gaza pada prinsipnya telah mengikis nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kemenag berkeyakinan bahwa perdamaian harus disuarakan secara bersama-sama, tidak cukup menjadi kerja-kerja individu setiap bangsa. Disinilah pentingnya KMBAAA sebagai ajang tukar pikiran dan gagasan bagi tokoh-tokoh agama dalam menjawab tantangan dunia global. Komitmen dan solidaritas pemerintah dan tokoh agama adalah elemen kunci dalam mewujudkan perdamaian.
KMBAAA yang pertama kali dihelat oleh Kemenag ini tentu menjadi sorotan dunia global, apalagi lokus perhelatannya persis sama dengan momentum historis Konferensi Asia Afrika 1955 yang diiniasiasi oleh Presiden Sukarno. Sebuah konferensi yang sarat dengan simbol “perlawanan” terhadap dominasi dunia Barat yang hegemonik terhadap negara-negara dunia ketiga.
Spirit perlawanan inilah yang akan direplikasi oleh Kemenag bersama PBNU untuk menciptakan perdamaian yang berkeadilan pada negara-negara yang dilanda konflik. Kepedulian Kemenag ini terhadap perdamaian dunia global ini tentu harus diapresiasi secara mendalam bagi setiap elemen bangsa.
Dengan mengambil tema “Religion for Humanity”, KMBAAA ini ingin menegaskan bahwa misi utama agama adalah mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan. Perang yang terjadi di Ukraina dan konflik "abadi" di Gaza pada prinsipnya telah mengikis nilai-nilai agama yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Kemenag berkeyakinan bahwa perdamaian harus disuarakan secara bersama-sama, tidak cukup menjadi kerja-kerja individu setiap bangsa. Disinilah pentingnya KMBAAA sebagai ajang tukar pikiran dan gagasan bagi tokoh-tokoh agama dalam menjawab tantangan dunia global. Komitmen dan solidaritas pemerintah dan tokoh agama adalah elemen kunci dalam mewujudkan perdamaian.
Lihat Juga :