Natal 2023, Pendeta GKI Serang Ajak Berdoa Agar Damai Menerangi Konflik Palestina-Israel
Senin, 25 Desember 2023 - 14:29 WIB
loading...
A
A
A
Pdt. Benny Halim mengatakan Natal adalah kepedulian Allah. “Ketika dunia ini, ketika masyarakat melihat bahwa kekuatan mereka lebih dari yang lain. Ketika mereka juga melihat bahwa kekuatan kerajaan itu begitu kuat dan itu sebabnya penginjil Lukas bersaksi pada masa Kaisar Agustus memberikan sebuah perintah, lahirlah Yesus. Lukas hendak bersaksi kalian mendengar yang disampaikan Kaisar, kalian menaati yang disampaikan Kaisar, satu hal yang tidak boleh dilupakan oleh umat Allah.”
Baca juga: Misa Malam Natal Paus Fransiskus saat Israel Invasi Gaza: Hati Kami Ada di Bethlehem
“Dunia ini milik Tuhan, masih ada Tuhan. Tuhan adalah raja atas kehidupanmu tetapi juga Tuhan adalah raja yang mengaruniakan damai atas hidupmu yang mengerti yang hadir yang merasakan kehidupan,” katanya.
Lalu, Pdt. Benny Halim bertanya kepada jemaat bukankah waktu malam adalah waktu istirahat? Bukannya waktu malam adalah ketika dunia mengakui bahwa diri kita kemanusiaan kita tidak sanggup lagi bekerja lagi perlu istirahat? “Siapa yang bisa bekerja full? rasanya tidak ada. Dia harus istirahat.”
“Malam hari adalah sebuah pertanda manusia itu ada batasannya, dia rapuh dan rentan. Dunia pernah mencatat betapa pun hebat dunia ini tetap digempur Covid-19, banyak yang tidak berdaya, karena kita rapuh,” katanya.
Baca juga: Misa Malam Natal Paus Fransiskus saat Israel Invasi Gaza: Hati Kami Ada di Bethlehem
“Dunia ini milik Tuhan, masih ada Tuhan. Tuhan adalah raja atas kehidupanmu tetapi juga Tuhan adalah raja yang mengaruniakan damai atas hidupmu yang mengerti yang hadir yang merasakan kehidupan,” katanya.
Lalu, Pdt. Benny Halim bertanya kepada jemaat bukankah waktu malam adalah waktu istirahat? Bukannya waktu malam adalah ketika dunia mengakui bahwa diri kita kemanusiaan kita tidak sanggup lagi bekerja lagi perlu istirahat? “Siapa yang bisa bekerja full? rasanya tidak ada. Dia harus istirahat.”
“Malam hari adalah sebuah pertanda manusia itu ada batasannya, dia rapuh dan rentan. Dunia pernah mencatat betapa pun hebat dunia ini tetap digempur Covid-19, banyak yang tidak berdaya, karena kita rapuh,” katanya.
(cip)
Lihat Juga :