Langkah Presiden Prabowo Gabung BoP sebagai Upaya Diplomasi Perdamaian
Senin, 02 Februari 2026 - 13:01 WIB
loading...
Langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Peace of Border bersama Amerika Serikat merupakan diplomasi perdamaian. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Langkah Presiden Prabowo Subianto bergabung dalam Peace of Border bersama Amerika Serikat merupakan diplomasi perdamaian. Kebijakan tersebut bukan bentuk keberpihakan Indonesia terhadap konflik atau negara tertentu.
Ketua Umum Pasbata Prabowo, David Febrian menilai, isu yang menyebut Indonesia berpihak pada negara tertentu sengaja dibuat oleh kelompok yang tengah membangun narasi menyesatkan, seolah-olah Indonesia mendukung Israel. David menilai pola semacam ini bukan hal baru dan selalu muncul setiap kali pemerintah mengambil langkah strategis di tingkat global.
“Ini pola lama. Mereka memotong konteks, memainkan emosi publik, lalu menggiring opini seakan-akan negara ini berpihak pada penjajahan,” tegas David, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo: Dewan Perdamaian untuk Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza
David menjelaskan Peace of Border bukan aliansi militer, bukan dukungan perang, dan bukan pengakuan terhadap pendudukan ilegal. Kerja sama tersebut merupakan ruang diplomasi keamanan dan kemanusiaan, di mana Indonesia justru membawa nilai keadilan, hukum internasional, serta perlindungan rakyat sipil ke forum global.
Ketua Umum Pasbata Prabowo, David Febrian menilai, isu yang menyebut Indonesia berpihak pada negara tertentu sengaja dibuat oleh kelompok yang tengah membangun narasi menyesatkan, seolah-olah Indonesia mendukung Israel. David menilai pola semacam ini bukan hal baru dan selalu muncul setiap kali pemerintah mengambil langkah strategis di tingkat global.
“Ini pola lama. Mereka memotong konteks, memainkan emosi publik, lalu menggiring opini seakan-akan negara ini berpihak pada penjajahan,” tegas David, Senin (2/2/2026).
Baca juga: Presiden Prabowo: Dewan Perdamaian untuk Kurangi Penderitaan Rakyat Gaza
David menjelaskan Peace of Border bukan aliansi militer, bukan dukungan perang, dan bukan pengakuan terhadap pendudukan ilegal. Kerja sama tersebut merupakan ruang diplomasi keamanan dan kemanusiaan, di mana Indonesia justru membawa nilai keadilan, hukum internasional, serta perlindungan rakyat sipil ke forum global.
Lihat Juga :