Janji Manis Kampanye Pemilu 2024 Bisa Jadi Beban Ekonomi Generasi Mendatang
Minggu, 24 Desember 2023 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
“Para politisi pun pada saat masa kampanye, demi menarik suara sebanyak-banyaknya, menjanjikan beragam macam program-program populis. Misal, sarapan dan program gratis lainnya, subsidi harga barang-barang tertentu, segala macam program bantuan,” ujar Nanang dikutip Minggu (24/12/2023).
Menurut Nanang, meski terdengar manis, janji-janji tersebut merugikan masyarakat sendiri, terutama generasi yang akan datang. Ini karena uang untuk memenuhi janji-janji tersebut dibebankan pada APBN dan dapat membuat utang negara makin membengkak.
“Dampaknya, bayi yang baru lahir sudah menanggung beban utang yang begitu banyak karena janji-janji para politisi. Generasi di masa yang akan datang diwarisi beban ekonomi oleh para politisi pengobral janji kesejahteraan,” kata penerjemah buku ini.
Selain itu, pembangunan yang digenjot atas nama kesejahteraan umum juga sering abai terhadap dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Akibatnya, janji-janji negara kesejahteraan tidak hanya meninggalkan warisan masalah ekonomi bagi generasi yang akan datang, tapi juga kerusakan lingkungan.
Senada dengan Nanang, Ekonom Poltak Hotradero mengatakan bahwa negara demokrasi seperti Indonesia memungkinkan para politisi mengumbar janji-janji populis program-program kesejahteraan demi mendulang suara sebanyak-banyaknya.
Menurut Nanang, meski terdengar manis, janji-janji tersebut merugikan masyarakat sendiri, terutama generasi yang akan datang. Ini karena uang untuk memenuhi janji-janji tersebut dibebankan pada APBN dan dapat membuat utang negara makin membengkak.
“Dampaknya, bayi yang baru lahir sudah menanggung beban utang yang begitu banyak karena janji-janji para politisi. Generasi di masa yang akan datang diwarisi beban ekonomi oleh para politisi pengobral janji kesejahteraan,” kata penerjemah buku ini.
Selain itu, pembangunan yang digenjot atas nama kesejahteraan umum juga sering abai terhadap dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Akibatnya, janji-janji negara kesejahteraan tidak hanya meninggalkan warisan masalah ekonomi bagi generasi yang akan datang, tapi juga kerusakan lingkungan.
Senada dengan Nanang, Ekonom Poltak Hotradero mengatakan bahwa negara demokrasi seperti Indonesia memungkinkan para politisi mengumbar janji-janji populis program-program kesejahteraan demi mendulang suara sebanyak-banyaknya.
Lihat Juga :