Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI
Sabtu, 23 Desember 2023 - 06:07 WIB
loading...
A
A
A
Lama bertugas di satuan elite TNI AD, Wismoyo kemudian di tugaskan menjadi Kasdam IX/Udayana, Pangdam VIII/Trikora, dan Pangdam IV/Diponegoro. Karier adik ipar Presiden Soeharto ini terus melejit, Wismoyo kemudian diangkat menjadi Pangkostrad, kemudian Wakasad dan puncaknya menjadi KSAD.
![Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI]()
Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat pada 1 September 1939 ini mengawali karier militernya sebagai Wadanyonif 733/Masariku. Selanjutnya, dia banyak menghabiskan waktunya mengabdi di Korps Baret Merah.
Kuntara pernah menduduki jabatan Wadanjen Kopassandha kemudian menjadi orang nomor satu di pasukan elite TNI AD tersebut dengan menjabat sebagai Danjen Kopassus. Lama bertugas di Kopassus, Kuntara akhirnya diangkat menjadi Pangkostrad.
Setelah pensiun, Kuntara pernah ditugaskan menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk China pada 1997 hingga 2001. Kuntara meninggal dunia di RSPAD, Gatot Soebroto, Jakarta pada 21 Agustus 2001.
![Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI]()
Pria kelahiran Malang, Jawa Timur pada 10 Juni 1943 ini juga memiliki karier militer yang sangat cemerlang. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya mulai dari Aspers Danjen Kopasandha, kemudian Dangrup 3 Kopasandha, selanjutnya Danbrigif Linud 3/Tri Budi Maha Sakti. Dia juga dipercaya memimpin territorial dengan menjabat sebagai Danrem 171/Praja Vira Tama, kemudian, Danrem 172/Praja Wira Yakth
Lulusan Akmil 1965 ini juga pernah dipercaya memimpin Korps Baret Merah Kopassus sebagai Wadanjen Kopassus hingga Danjen Kopassus. Lama bertugas di Kopassus, dia kemudian dipercaya menjadi Pangdam VIII/Trikora, kemudian Pangkostrad dan Kasum TNI.
Setelah pensiun dari tugasnya di militer, jebolan pendidikan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, dan Lemhannas sempat menjadi Dubes RI untuk China.
![Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI]()
Berbagai jabatan yang pernah di embannya yakni, Wadan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, Komandan Batalyon Infanteri Linud 328 Kostrad. Prabowo juga pernah menjabat sebagai Wadansat 81/Gultor Kopassus, kemudian Wadanjen Kopassus. Bahkan Prabowo sempat memimpin pasukan elite tersebut sebagai Danjen Kopassus.
Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini juga pernah menduduki posisi sebagai Pangkostrad pada 1998. Setelah tak lagi bertugas di militer, Prabowo memutuskan untuk terjun ke politik dengan membuat Partai Gerindra dan menjabat sebagai ketua umum.
![Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI]()
Lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 5 Mei 1955, Pramono Edhie Wibowo merupakan anak dari tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Tak heran jika kakak ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki karier yang sangat cemerlang.
Lulus Akademi Militer pada 1978, Pramono Edhie Wibowo ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Setelah menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Pramono semakin sering menjabat di posisi strategis seperti Perwira Intel Operasi Grup I Kopassus, hingga Wakil Komandan Grup 1/Kopassus pada 1996. Setelah Reformasi, Pramono Edhie terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).
Pada 2005 karier Pramono terus meningkat, Pramono diangkat menjadi Wadanjen Kopassus 2005. Dua tahun berselang, Pramono dipercaya memimpin pasukan elite Kopassus sebagai Danjen Kopassus. Setelah bertugas lama di Kopassus Pramono kemudian dipercaya menjadi Pangdam III/Siliwangi, kemudian Pangkostrad, dan puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
![Deretan Pangkostrad Berasal dari Kopassus, Nomor 12 Teman Satu Angkatan Panglima TNI]()
Dilantik menjadi Pangkostrad pada 23 Juli 2018, empat bulan kemudian menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini naik jabatan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 22 November 2018.
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964 ini memiliki karier militer yang cukup cemerlang. Banyak jabatan strategis yang diembannya selama mengabdi di TNI. Mengawali kariernya sebagai perwira pertama infanteri di jajaran Korps Baret Merah Kopassus, tepatnya di Grup 2/Para Komando dan Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) selama 13 tahun.

5. Letjen TNI (Purn) Kuntara
Letjen TNI (Purn) Kuntara juga merupakan jebolan Kopassus yang berhasil menduduki jabatan strategis sebagai Pangkostrad. Dia tercatat sebagai Pangkostrad ke-18 yang menjabat selama dua tahun periode 1992 hingga 1994.Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat pada 1 September 1939 ini mengawali karier militernya sebagai Wadanyonif 733/Masariku. Selanjutnya, dia banyak menghabiskan waktunya mengabdi di Korps Baret Merah.
Kuntara pernah menduduki jabatan Wadanjen Kopassandha kemudian menjadi orang nomor satu di pasukan elite TNI AD tersebut dengan menjabat sebagai Danjen Kopassus. Lama bertugas di Kopassus, Kuntara akhirnya diangkat menjadi Pangkostrad.
Setelah pensiun, Kuntara pernah ditugaskan menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk China pada 1997 hingga 2001. Kuntara meninggal dunia di RSPAD, Gatot Soebroto, Jakarta pada 21 Agustus 2001.

6. Letjen TNI (Purn) Tarub
Letjen TNI (Purn) Tarub juga merupakan prajurit pasukan elite Kopassus yang mencatatkan namanya sebagai Pangkostrad ke-19. Dia menduduki jabatan tersebut selama setahun sejak 1994-1995.Pria kelahiran Malang, Jawa Timur pada 10 Juni 1943 ini juga memiliki karier militer yang sangat cemerlang. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya mulai dari Aspers Danjen Kopasandha, kemudian Dangrup 3 Kopasandha, selanjutnya Danbrigif Linud 3/Tri Budi Maha Sakti. Dia juga dipercaya memimpin territorial dengan menjabat sebagai Danrem 171/Praja Vira Tama, kemudian, Danrem 172/Praja Wira Yakth
Lulusan Akmil 1965 ini juga pernah dipercaya memimpin Korps Baret Merah Kopassus sebagai Wadanjen Kopassus hingga Danjen Kopassus. Lama bertugas di Kopassus, dia kemudian dipercaya menjadi Pangdam VIII/Trikora, kemudian Pangkostrad dan Kasum TNI.
Setelah pensiun dari tugasnya di militer, jebolan pendidikan Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad), Sesko TNI, dan Lemhannas sempat menjadi Dubes RI untuk China.

7. Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto
Prabowo Subianto tercatat sebagai Pangkostrad ke-22. Abituren Akmil 1973 ini merupakan menantu dari Presiden ke-2 RI Soeharto. Selama mengabdi di militer, Prabowo banyak menghabiskan waktunya di Korps Baret Merah Kopassus.Berbagai jabatan yang pernah di embannya yakni, Wadan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, Komandan Batalyon Infanteri Linud 328 Kostrad. Prabowo juga pernah menjabat sebagai Wadansat 81/Gultor Kopassus, kemudian Wadanjen Kopassus. Bahkan Prabowo sempat memimpin pasukan elite tersebut sebagai Danjen Kopassus.
Pria kelahiran Jakarta, 17 Oktober 1951 ini juga pernah menduduki posisi sebagai Pangkostrad pada 1998. Setelah tak lagi bertugas di militer, Prabowo memutuskan untuk terjun ke politik dengan membuat Partai Gerindra dan menjabat sebagai ketua umum.

8. Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo
Pramono Edhie Wibowo tercatat sebagai Pangkostrad ke-32. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1980 dari kesatuan Kopassus ini menduduki jabatan Pangkostrad selama setahun sejak 2010-2011.Lahir di Magelang, Jawa Tengah pada 5 Mei 1955, Pramono Edhie Wibowo merupakan anak dari tokoh militer ternama di Indonesia Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo. Tak heran jika kakak ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini memiliki karier yang sangat cemerlang.
Lulus Akademi Militer pada 1978, Pramono Edhie Wibowo ditunjuk sebagai Komandan Pleton Grup I Kopassandha. Setelah menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad), Pramono semakin sering menjabat di posisi strategis seperti Perwira Intel Operasi Grup I Kopassus, hingga Wakil Komandan Grup 1/Kopassus pada 1996. Setelah Reformasi, Pramono Edhie terpilih menjadi Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2001. Di tahun yang sama juga dia menempuh Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI).
Pada 2005 karier Pramono terus meningkat, Pramono diangkat menjadi Wadanjen Kopassus 2005. Dua tahun berselang, Pramono dipercaya memimpin pasukan elite Kopassus sebagai Danjen Kopassus. Setelah bertugas lama di Kopassus Pramono kemudian dipercaya menjadi Pangdam III/Siliwangi, kemudian Pangkostrad, dan puncaknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

9. Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa
Abituren Akmil 1987 ini dari kesatuan Kopassus ini merupakan Pangkostrad ke-39. Andika tercatat sebagai Perwira Tinggi (Pati) TNI AD yang menduduki jabatan strategis tersebut dalam waktu singkat.Dilantik menjadi Pangkostrad pada 23 Juli 2018, empat bulan kemudian menantu mantan Kepala BIN Hendropriyono ini naik jabatan menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 22 November 2018.
Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat pada 21 Desember 1964 ini memiliki karier militer yang cukup cemerlang. Banyak jabatan strategis yang diembannya selama mengabdi di TNI. Mengawali kariernya sebagai perwira pertama infanteri di jajaran Korps Baret Merah Kopassus, tepatnya di Grup 2/Para Komando dan Satuan 81 Penanggulangan Teror (Gultor) selama 13 tahun.
Lihat Juga :