Candaan Zulhas soal Salat, Ketum MUI Minta Jangan Campurkan Politik
Jum'at, 22 Desember 2023 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Kiai Anwar Iskandar mengira orang diam ketika selesai surat Al-Fatikhah karena mulutnya sakit atau alasan lain. Ia menegaskan, tidak ada larangan orang mengucapkan Amin atau tidak setelah Al-Fatikhah.
"Saya minta jangan mengait-ngaitkan Amin dalam salat dengan AMIN Anies Baswedan," jelasnya.
Baca juga: Becandaan Zulhas soal Salat Jadi Polemik, Ini Penjelasan Ketum PUAN
Diakui Kiai Anwar, dalam beberapa waktu terakhir, kata AMIN sering diucapkan merujuk pada pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Anies Bawedan dan Muhaimin Iskandar. Hal itu untuk memudahkan bagi masyarakat mengingat pasangan itu. Namun Kiai Anwar menegaskan Amin di surat Al-Fatikhah dan AMIN, Anies-Muhaimin, adalah kata yang berbeda.
"Yang satu itu nuansa agama murni, yang satu nuansa politik Pilpres 2024," lanjutnya.
Anwar meminta publik tidak melebih-lebihkan dan membuat polemik lebih panjang terkait apa yang disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan soal bacaan Amin dan jari saat tahiyat. Sebab, itu hanya bercandaan.
"Nah kemudian akhir-akhir ini Pak Kiai Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, juga Pak Anies Baswedan dan terakhir Pak Zulhas membuat candaan dengan mengait-ngaitkan orang yang sedang salat karena cintanya pada paslon tertentu, kemudian tidak mau mengucapkan Amin. Bahkan saya lihat di video Pak Kiai Somad menampilkan berbagai mazhab tentang jari yang diucapkan ketika tahiyat. Bagaimana Mazhab Maliki, Mazhab Syafi'i, dan lain-lain," ungkapnya.
"Saya minta jangan mengait-ngaitkan Amin dalam salat dengan AMIN Anies Baswedan," jelasnya.
Baca juga: Becandaan Zulhas soal Salat Jadi Polemik, Ini Penjelasan Ketum PUAN
Diakui Kiai Anwar, dalam beberapa waktu terakhir, kata AMIN sering diucapkan merujuk pada pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) Anies Bawedan dan Muhaimin Iskandar. Hal itu untuk memudahkan bagi masyarakat mengingat pasangan itu. Namun Kiai Anwar menegaskan Amin di surat Al-Fatikhah dan AMIN, Anies-Muhaimin, adalah kata yang berbeda.
"Yang satu itu nuansa agama murni, yang satu nuansa politik Pilpres 2024," lanjutnya.
Anwar meminta publik tidak melebih-lebihkan dan membuat polemik lebih panjang terkait apa yang disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan soal bacaan Amin dan jari saat tahiyat. Sebab, itu hanya bercandaan.
"Nah kemudian akhir-akhir ini Pak Kiai Abdul Somad, Ustaz Adi Hidayat, juga Pak Anies Baswedan dan terakhir Pak Zulhas membuat candaan dengan mengait-ngaitkan orang yang sedang salat karena cintanya pada paslon tertentu, kemudian tidak mau mengucapkan Amin. Bahkan saya lihat di video Pak Kiai Somad menampilkan berbagai mazhab tentang jari yang diucapkan ketika tahiyat. Bagaimana Mazhab Maliki, Mazhab Syafi'i, dan lain-lain," ungkapnya.
Lihat Juga :