Candaan Zulhas soal Salat, Ketum MUI Minta Jangan Campurkan Politik
Jum'at, 22 Desember 2023 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
"Termasuk candaaan Kiai Somad tentang orang yang mendukung calon tertentu, ketika tahiyat tidak pakai satu jari tapi dua jari, itu bercandaan," katanya.
Kiai Anwar menegaskan saat ini suasana memanas karena banyak hal dikait-kaitkan dengan politik. Ia juga meminta semua pihak termasuk para capres-cawapres berhati-hati untuk bercanda soal agama.
"Nah karena ini nuansanya politik sehingga akhirnya jadi ramai. Akhirnya ramai. Tetapi saya berharap bahwa kita ini berhati-hati. Saya minta ketika para ustaz ngaji berhati-hati dalam bercanda. Ketika capres berpidato atau bercanda, hati-hati bercanda. Ketika pimpinan partai bercanda dengan diksi-diksi agama saya berharap supaya hati-hati," katanya.
Karena itu MUI mengambil posisi memberi nasehat kepada para kiai, ulama, politisi, dan juga capres-cawapres untuk berhati-hati dalam menggunakan diksi-diksi agama. Karena ada pepatah mengatakan 'kalamul imam, imamul kalam', ucapan pemimpin itu pemimpinnya ucapan.
"Agama itu kan memberi nasihat, kata Rasulullah agama itu nasihat. Nasihat kepada pemimpin dan rakyat, para pemimpin, politisi, dai, ulama dinasihati Rasulullah agar hati-hati. Karena tajamnya mulut lebih berbahaya daripada tajammya pisau," katanya.
Kiai Anwar Iskandar juga mengimbau seluruh rakyat Indonesia menjaga persatuan di tahun politik 2024. Ia berpesan agar tidak ada perpecahan selama Pemilu .
"Tetap menjaga Indonesia yang damai, pemilu yang damai, Indonesia yang aman. Jangan sampai karena kasus ini kita terprovokasi. Sebab, tentu kita tidak ingin bahwa pemilu ini akan berakibat pecahnya persatuan Indonesia. Persatuan ini mahal sekali," jelasnya.
Kiai Anwar menegaskan saat ini suasana memanas karena banyak hal dikait-kaitkan dengan politik. Ia juga meminta semua pihak termasuk para capres-cawapres berhati-hati untuk bercanda soal agama.
"Nah karena ini nuansanya politik sehingga akhirnya jadi ramai. Akhirnya ramai. Tetapi saya berharap bahwa kita ini berhati-hati. Saya minta ketika para ustaz ngaji berhati-hati dalam bercanda. Ketika capres berpidato atau bercanda, hati-hati bercanda. Ketika pimpinan partai bercanda dengan diksi-diksi agama saya berharap supaya hati-hati," katanya.
Karena itu MUI mengambil posisi memberi nasehat kepada para kiai, ulama, politisi, dan juga capres-cawapres untuk berhati-hati dalam menggunakan diksi-diksi agama. Karena ada pepatah mengatakan 'kalamul imam, imamul kalam', ucapan pemimpin itu pemimpinnya ucapan.
"Agama itu kan memberi nasihat, kata Rasulullah agama itu nasihat. Nasihat kepada pemimpin dan rakyat, para pemimpin, politisi, dai, ulama dinasihati Rasulullah agar hati-hati. Karena tajamnya mulut lebih berbahaya daripada tajammya pisau," katanya.
Kiai Anwar Iskandar juga mengimbau seluruh rakyat Indonesia menjaga persatuan di tahun politik 2024. Ia berpesan agar tidak ada perpecahan selama Pemilu .
"Tetap menjaga Indonesia yang damai, pemilu yang damai, Indonesia yang aman. Jangan sampai karena kasus ini kita terprovokasi. Sebab, tentu kita tidak ingin bahwa pemilu ini akan berakibat pecahnya persatuan Indonesia. Persatuan ini mahal sekali," jelasnya.
(abd)
Lihat Juga :